IPS Mudah

7 Unsur Unsur Cuaca Dan Iklim beserta Alat Ukur dan Satuannya

Advertisement
Advertisement
Cuaca dan iklim adalah dua istilah yang menggambarkan kondisi atmosfer (udara) pada jangkauan waktu dan wilayah yang berbeda. Jika cuaca menggambarkan kondisi udara pada wilayah sempit dan jangka waktu yang singkat, iklim menggambarkan kondisi udara pada wilayah yang luas dan jangka waktu yang lama. Meski memiliki perbedaan, cuaca dan iklim ternyata dipengaruhi oleh unsur-unsur yang sama. Apa saja unsur unsur cuaca dan iklim tersebut? Bagaimana cara mengukurnya? Apa alat ukur yang digunakan dan satuan apa yang digunakan? Berikut di artikel ini kita akan membahasnya secara lengkap beserta keterangan dan gambar ilustrasinya.

Unsur Unsur Cuaca dan Iklim

Ada sekitar 7 unsur yang mempengaruhi kondisi cuaca dan iklim. Unsur-unsur tersebut meliputi radiasi matahari, suhu udara, tekanan udara, angin, kelembaban udara, awan, dan hujan. Unsur unsur cuaca dan iklim tersebut saling mempengaruhi satu sama lain karena merupakan suatu bentuk kesatuan yang tak terpisahkan dalam kestabilan sistem atmosfer bumi.

Unsur Unsur Cuaca Dan Iklim

1. Radiasi Matahari

Radiasi matahari adalah radiasi yang dipancarkan oleh matahari  dan diterima oleh permukaan bumi sebagai sumber energi utama dalam proses fisika atmosfer. Besarnya radiasi matahari dinyatakan dalam satuan W/m2 dan diukur menggunakan alat yang bernama Aktinograf. Penerimaan radiasi matahari di bumi sangat bervariasi tergantung beberapa faktor seperti  sudut datang sinar, lama waktu penyinaran, keadaan awan, serta keadaan permukaan bumi.

Sudut datang sinar adalah sudut yang dibentuk permukaan bumi atas arah datangnya sinar matahari. Semakin kecil sudut datang, maka semakin sedikit radiasi panas yang diterima bumi dibandingkan sudut yang datangnya tegak lurus (90 derajat). Kondisi ini dibuktikan dengan perbedaan suhu udara di sekitar katulistiwa yang umumnya lebih panas dengan suhu udara di sekitar kutub yang lebih dingin.

Radiasi matahari juga dipengaruhi lamanya penyinaran matahari dan keadaan awan. Semakin lama penyinaran, maka semakin banyak pula radiasi panas yang diterima bumi.  Sementara semakin banyak awan yang menghalangi penyinaran, maka semakin sedikit radiasi yang diterima bumi.

Keadaan permukaan bumi juga berpengaruh terhadap besarnya radiasi panas yang diterima. Contohnya adalah permukaan bumi yang berupa batuan cerah akan cepat menerima dan melepaskan panas dibandingkan permukaan bumi yang berupa batuan gelap.

2. Suhu Udara

Suhu udara adalah unsur cuaca dan iklim yang berupa derajat panas dari aktivitas molekul dalam atmosfer. Secara fisik, suhu diartikan sebagai tingkat gerakan molekul benda. Jadi apabila molekul benda bergerak semakin cepat, maka akan semakin tinggi pula suhu udara. Suhu udara diukur dengan termometer dan dinyatakan dalam satuan derajat Celcius. Besarnya suhu udara sendiri dipengaruhi beberapa proses, seperti konveksi, adveksi, turbulensi, dan konduksi.

3. Tekanan Udara

Tekanan udara adalah tekanan yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Tekanan udara diukur menggunakan alat yang bernama barometer dengan satuan milibar (mb) atau atm.

Untuk diketahui bahwa semakin tinggi suatu tempat akan semakin kecil tekanan udara yang dimilikinya. Hal ini karena adanya pengaruh dari gravitasi bumi yang menarik molekul molekul udara menuju pusat bumi. Dengan prinsip demikian, maka ketinggian suatu tempat dari permukaan laut juga dapat diukur menggunakan barometer, lebih tepatnya barometer aneroid atau altimeter.

4. Angin

Angin adalah udara yang bergerak karena diakibatkan rotasi bumi dan perbedaan tekanan udara. Angin bergerak dari udara yang bertekanan rendah ke udara yang bertekanan tinggi. Karena merupakan udara yang bergerak, angin dapat diukur kecepatan dengan alat yang bernama Anemometer. Hasil pengukuran kecepatan angin diukur dalam satuan km/jam atau m/s.

5. Kelembaban Udara

Kelembaban udara adalah kandungan uap air yang ada di udara. Unsur cuaca dan iklim ini terdiri atas kelembaban mutlak dan kelembaban nisbi. Kelembaban mutlak adalah perbandingan kandungan uap air per satuan volume udara, sedangkan kelembaban nisbi adalah perbandingan kandungan tekanan uap air aktual dengan keadaan jenuhnya.

Kelembaban udara dapat diukur dengan alat bernama higrometer dan dengan satuan persen (%) untuk kelembaban nisbi dan g/m3 untuk kelembaban mutlak. Kelembaban udara malam hari umumnya lebih tinggi dibandingkan siang hari. Sementara, kelembaban harian rata-rata di daerah tropik umumnya relatif tetap di angka RH > 60 %.

6. Awan

Awan merupakan unsur cuaca dan iklim yang terbentuk ketika udara naik mencapai titik embun. Debu, es, garam dan uap air menjadi inti kondensasi yang menjadi awal mula pembentukan awan. Di daerah tropis, proses kondensasi dan pembentukan awan umumnya pada suhu yang relatif tinggi yaitu > 0 derajat Celcius. Pembentukan awan tersebut terjadi melalui pengangkatan udara (konveksi) yang diakibatkan oleh pemanasan yang kuat di permukaan bumi.

7. Hujan

Hujan merupakan hasil akhir dari perpaduan unsur-unsur cuaca dan iklim. Hujan terbentuk karena adanya radiasi matahari yang melakukan evaporasi, suhu dan tekanan udara yang melakukan adveksi (pengangkatan uap air), angin yang melakukan kondensasi, hingga terbentuknya awan. Besarnya curah hujan di suatu wilayah dapat diukur dengan alat yang bernama Ombrometer dan satuan mm untuk menyatakan besarnya.

Nah, demikianlah ketujuh unsur cuaca dan iklim beserta alat ukur dan satuan yang digunakan untuk menyatakan besarannya. Unsur-unsur ini saling berkaitan satu sama lain dalan membentuk bagaimana kondisi cuaca dan iklim di suatu wilayah. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "7 Unsur Unsur Cuaca Dan Iklim beserta Alat Ukur dan Satuannya"