IPS Mudah

Prasasti Telaga Batu : Isi, Keterangan, dan Gambarnya

Advertisement
Advertisement
Prasasti Telaga Batu adalah sebuah prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di sekitar kolam Telaga Biru yang letaknya tidak jauh dari bukit Saboking, Kelurahan 3 Ilir, Kec. Ilir Timur 2, Kota Palembang. Prasasti Telaga Batu adalah sumber sejarah utama yang mendukung teori bahwa kota Palembang dulunya sempat menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya. Teori tersebut dilandasi oleh isi prasasti yang menyatakan beberapa  fakta baru. Lantas apa saja isi pesan yang tertulis dalam prasasti ini? Bagaimana bentuk rupa dan fakta-fakta sejarah yang terdapat di dalamnya? Berikut di artikel kali ini kami akan membahasnya secara lengkap sebagai tambahan wawasan nusantara bagi kita semua.

Prasasti Telaga Batu

Prasasti Telaga Batu ditemukan di sekitar tahun 1935 oleh seorang pegawai kerajaan Belanda di tepi sebuah kolam alami yang belakang dinamai kolam Telaga Biru. Prasasti ini terbuat dari bahan batu andesit berukuran tinggi 118 cm dan lebar 148 cm. Selain berisi pahatan tulisan berjumlah 28 baris dalam huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno, prasasti ini juga dilengkapi beberapa ornamen seperti pahatan berbentuk 7 kepala ular kobra di bagian atas dan ornamen seperti serat (pancuran) di bagian bawahnya. Selengkapnya bentuk prasasti ini dapat dilihat pada gambar berikut.

Prasasti Telaga Batu : Isi, Keterangan, dan Gambarnya

Prasasti Telaga Batu tidak dilengkapi dengan angka tahun (tarikh), akan tetapi berdasarkan gaya penulisan dan tingkat keausan permukaannya, JG de Casparis yang seorang arkeolog Belanda memperkirakan prasasti ini berasal dari pertengahan abad ke 7 Masehi. [Baca Juga : Prasasti Kedukan Bukit]

Isi Prasasti Telaga Batu

Meskipun memiliki tulisan yang cukup panjang, prasasti Telaga Batu secara garis besar mengandung pesan tentang kutukan bagi siapapun yang tidak taat pada raja Sriwijaya dan melakukan kejahatan. Dari bunyi kutukan-kutukan yang ditulis tersebut, para ahli memperkirakan bahwa prasasti Telaga Batu dibuat untuk menyumpah setiap orang yang dianggap berpotensi memberontak dan melawan kerajaan Sriwijaya. Berikut secara lengkap teks dan terjemahan isi prasasti Telaga Batu tersebut.
Teks : Om siddham titam hamwan wari awai kandra kayet nipaihumpa, an amuha ulu lawan tandrum luah makamatai tandrun luah an hakairu muah kayet nihumpa unai umentem bhakti ni ulun haraki unai tunai kamu wanak mamu rajaputra, prostara, bhupati, senapati, nayata, pratyaya, hajipratyaya, dandanayaka.... murddhaka tuha an watakwuruh, addhyaksi nijawarna, vasikarana, kumaramatya, cathabhata, adhikarana, karmma, kayastha, sthapaka, puhawan, waniyaga, pratisara da kamu marsi haji, hulun hajo, wanak mamu uram niwunuh sumpah  dari mammam kamu kadaci kamu tida bhakti dyaku niwunuh kamu sumpah tuwi mulam kadasi kamu drohaka wanun luwi yam marwuddhi.
Terjemahan: Om! Semoga berhasil. Kamu semua berapapun banyaknya, putra raja, bupati, panglima, tokoh lokal terkemuka, bangsawan, bawahan raja, hakim, pemimpin para buruh, pengawas pekerja rendah, ahli senjata, kumaramatya, tentara, pejabat pengelola, karyawan toko, pengrajin, nakhoda, pedagang, pelayan raja dan budak raja. Kamu semua akan mati karena kutukan ini, jika kamu tak setia pada ku, jika kamu berlaku sebagai penghianat, berkomplot dengan orang-orang dalam kejahatan.

Pesan yang Disampaikan Prasasti Telaga Batu

Dari isi dan terjemahan tersebut, ada beberapa informasi yang dapat diambil sebagai fakta sejarah kerajaan Sriwijaya di masa silam.

Pertama, dari bunyi salam pembuka yang digunakan pada prasasti ini diketahui bahwa kerajaan Sriwijaya dianggap sebagai kerajaan bercorak Budha. Penggunaan salam dalam agama Budha tidak ditemukan dalam prasasti dari kerajaan lain yang berdiri di nusantara pada waktu yang sama.

Kedua, penyebutan secara lengkap jabatan-jabatan dalam kepemerintahan kerajaan Sriwijaya pada tulisan prasasti menunjukan bahwa kerajaan ini telah memiliki sistem kepemerintahan yang baik.

Ketiga, penyebutan secara lengkap jabatan-jabatan utama kerajaan pada prasasti juga memperkuat teori lokasi ibukota kerajaan Sriwijaya pada masa itu berada di sekitar letak penemuan prasasti Telaga Batu.

Keempat, isi prasasti yang berupa kutukan terhadap pemberontak menunjukan fakta bahwa pada masa itu raja Sriwijaya yang berkuasa tengah mengalami kekhawatiran atas kondisi politik yang terjadi di kerajaannya.

Kelima, adanya ornamen pancuran pada bagian bawah prasasti diperkirakan sebagai tempat mengucurkan air suci yang digunakan dalam ritual penyumpahan. Sementara ornamen 7 kepala ular digunakan sebagai simbol kesucian.

Nah, itulah sekilas penjelasan tentang isi prasasti Telaga Batu peninggalan kerajaan Sriwijaya beserta gambar, teks, dan terjemahannya. Prasasti ini sekarang sudah tidak terdapat di kota Palembang, karena sejak pertama kali ditemukan, prasasti ini langsung dipindahkan ke Museum Nasional Jakarta untuk menjaga kelestariannya. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "Prasasti Telaga Batu : Isi, Keterangan, dan Gambarnya"