IPS Mudah

Prasasti Kedukan Bukit : Isi, Keterangan, dan Gambarnya

Advertisement
Advertisement
Prasasti Kedukan Bukit adalah sebuah prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di tepi Sungai Tatang, anak dari Sungai Musi, Kampung Kedukan Bukit, Kelurahan 35 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan. Di antara prasasti Sriwijaya lainnya, prasasti Kedukan Bukit adalah yang paling sering diperbincangkan karena isi pesannya yang menggundang perdebatan. Lantas seperti apa isi pesan dari prasasti kedukan Bukit ini? Bagaimana kontribusinya terhadap pengungkapan sejarah Kerajaan Sriwijaya? Berikut di artikel kali ini kita akan mengulas informasinya secara lengkap beserta gambar dan kisah penemuannya.

Prasasti Kedukan Bukit

Prasasti Kedukan Bukit ditemukan oleh seorang pegawai pemerintah Hindia Belanda bernama M. Batenburg pada tanggal 29 November 1920. Batenburg menemukan prasasti ini ketika hendak mendirikan sebuah dermaga di tepian sungai Tatang. Adapun semenjak penemuan itu, prasasti ini langsung dipindahkan dan disimpan di Museum Nasional Indonesia dengan nomor inventaris D. 146.



Isi Prasasti Kedukan Bukit

Dibandingkan prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya lainnya, Prasasti Kedukan Bukit adalah prasasti yang berukuran paling kecil yaitu 45 x 80 cm. Adapun tulisannya yang terpahat mengelilingi sisi batu ini ditulis dalam aksara Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno. Berikut ini isi prasasti Kedukan Bukit beserta artinya yang diterjemahkan oleh George Coedes:

Teks : Svasti śrī śakavaŕşātīta 605 (604 ?) ekādaśī śu klapakşa vulan vaiśākha dapunta hiya<m> nāyik di sāmvau mangalap siddhayātra. Di saptamī śuklapakşa vula,n jyeşţha dapunta hiya<m> maŕlapas dari minānga tāmvan mamāva yamvala dualakşa dangan ko-(sa) duaratus cāra di sāmvau dangan jālan sarivu tlurātus sapulu dua vañakña dātamdi mata jap sukhacitta. Di pañcamī śuklapakşa vula<n>... laghu mudita dātam marvuat vanua... śrīvijaya jaya siddhayātra subhikşa.
Terjemahan : Selamat ! Tahun Śaka telah lewat 604, pada hari ke sebelas paro-terang bulan Waiśakha Dapunta Hiyang naik di sampan mengambil siddhayātra. di hari ke tujuh paro-terang bulan, Jyestha Dapunta Hiyang berlepas dari Minanga tambahan membawa bala tentara dua laksa dengan perbekalan dua ratus cara (peti) di sampan dengan berjalan seribu tiga ratus dua belas banyaknya datang di mata jap (Mukha Upang) sukacita. di hari ke lima paro-terang bulan....(Asada) lega gembira datang membuat wanua. Śrīwijaya jaya, siddhayātra sempurna.

Pesan yang Termuat tentang Sriwijaya

Dari terjemahan isi prasasti Kedukan Bukit, kita memperoleh informasi tentang sekelumit sejarah kerajaan Sriwijaya. Prasasti tersebut dibuat pada awal tahun 604 Saka atau pada sekitar tanggal 16 Juni 682 Masehi untuk mengabarkan tentang perjalanan seorang bernama Dapunta Hyang yang dianggap sebagai pendiri kerajaan Sriwijaya. Dapunta Hyang datang dari Minanga menggunakan sampan dengan membawa dua laksa atau 20.000 tentara lengkap dengan perbekalan sebanyak 200 peti.

Perjalanan tersebut dilakukan untuk menaklukan tempat penemuan prasasti Kedukan Bukit. Sementara prasasti dibuat untuk memperingati keberhasilan penaklukan wilayah tersebut. [Baca Juga : Prasasti Kota Kapur]

Silang Pendapat Prasasti Kedukan Bukit

Para ahli masih berbeda pendapat tentang dimana sebetulnya letak daerah bernama Minanga yang disebutkan dalam prasasti.  Ada yang berpendapat bila Minanga adalah Minangkabau di Sumatera Barat, pegunungan di Hulu Sungai Batanghari, muara tempat bertemunya Sungai Kampar di Riau (wilayah sekitar Candi Muara Takus), dan ada pula yang menganggap Minanga sebagai nama tempat prasasti Kedukan Bukit ditemukan.

Terlepas dari letak Minanga yang sebenarnya, prasasti ini nyatanya telah mengabarkan bahwa Sriwijaya ada abad ke 7 Masehi telah menjadi sebuah kerajaan besar. Ini dibuktikan dengan kekuatan militer yang dimilikinya dengan menerjunkan 20 ribu tentara saat hendak menaklukan suatu wilayah.

Nah, demikianlah sedikit penjelasan tentang prasasti Kedukan Bukit peninggalan kerajaan Sriwijaya, beserta sejarah penemuan, isi, dan gambarnya. Semoga bermanfaat dan membantu menambah wawasan nusantara bagi kita semua. Salam.
Advertisement

0 Response to "Prasasti Kedukan Bukit : Isi, Keterangan, dan Gambarnya"