IPS Mudah

Pendiri Kerajaan Sriwijaya, Teori, dan Bukti Sejarah Pendukungnya

Advertisement
Advertisement
Kerajaan Sriwijaya adalah sebuah kerajaan maritim besar yang pernah berkuasa atas beberapa wilayah di sekitar Asia Tenggara antara abad ke 7 sd 13 Masehi. Meski termasuk sebuah kerajaan besar, rupanya masih banyak misteri yang belum terungkap secara pasti tentang sejarah kerajaan ini karena minimnya informasi dan sumber sejarah yang bisa digunakan. Di antara banyaknya misteri yang belum terungkap itu, misteri tentang siapa pendiri kerajaan Sriwijaya dan asal usul kemunculannya merupakan misteri yang paling menarik untuk diperbincangkan.

Pendiri Kerajaan Sriwijaya

Sebagai sebuah kerajaan besar, riwayat Sriwijaya banyak dikaji dan diteliti melalui beberapa sumber sejarah dan benda-benda arkeologis yang ditinggalkannya. Meski sumber sejarah yang dapat digunakan jumlahnya terbatas, akan tetapi para ahli dapat merangkai beberapa bagian dari sejarah Sriwijaya secara komprehensif melalui bukti-bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pendiri Kerajaan Sriwijaya

Bukti Prasasti

Salah satu bagian sejarah tersebut adalah tentang fakta siapa pendiri kerajaan Sriwijaya dan asal mula kemunculannya. Bagian ini dapat diketahui lewat adanya 2 sumber sejarah valid yang berupa prasasti dan kabar dari China.

Prasasti peninggalan Sriwijaya yang menjadi pengungkap siapa pendiri Sriwijaya adalah prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di wilayah Palembang. Prasasti yang berangka tahun 683 Masehi ini berisi tentang kabar seorang bernama Dapunta Hyang yang datang dari Minanga dan membawa 20.000 tentara lengkap dengan perbekalannya berhasil menaklukan wilayah tersebut.

Dari isi prasasti Kedukan Bukit ini, para ahli meyakini bahwa Dapunta Hyang adalah seorang pendiri kerajaan Sriwijaya. Pendapat ini didasari pada fakta adanya ekspansi yang dilakukannya pada beberapa wilayah. [Baca Juga : Letak Kerajaan Sriwijaya]

Untuk diketahui bahwa, selain ditemukan di Kota Palembang, prasasti yang berisi kabar penaklukan wilayah juga ditemukan di beberapa wilayah lainnya di sekitar Sumatera, seperti Prasasti Kota Kapur di Pulau Bangka (686 M), Prasasti Karang Brahi di Jambi Hulu (686 M), dan Prasasti Palas Pasemah di Lampung Selatan.

Catatan Pendeta I Tsing

Selain dari adanya bukti prasasti, pendapat yang menyatakan bahwa Dapunta Hyang merupakan pendiri kerajaan Sriwijaya juga diperkuat dengan adanya bukti catatan China. Menurut catatan tersebut, seorang pendeta China benama I Tsing pada sekitar tahun 682 Masehi (satu tahun sebelum dibuatnya prasasti Kedukan Bukit) singgah ke Sriwijaya selama 6 bulan. Ia singgah di Sriwijaya untuk mempelajari bahasa Sansekerta sebelum menuju India untuk belajar agama Budha. Dari catatan I Tsing tersebut terdapat pula nama Dapunta Hyang yang dianggap sebagai penguasa Sriwijaya.

Dapunta Hyang telah disepakati sebagai pendiri kerajaan Sriwijaya dan sekaligus raja pertama kerajaan Maritim bercorak Budha tersebut. Dapunta Hyang diperkirakan mulai merintis pendirian Sriwijaya sejak 671 Masehi dan terus memimpin kerajaan hingga tahun 702 Masehi. Dapunta Hyang dikenal sebagai raja yang berbudi luhur, gagah, dan kuat. Ia berasal dari tempat yang bernama Minanga Tamwan.

Pendapat Lain

Adapun menurut Slamet Mulyana, nama Dapunta Hyang hanyalah sebuah gelar untuk seorang yang diagungkan. Pendapatnya merujuk pada adanya gelar Dapunta pada prasasti Sojomerto peninggalan kerajaan Kediri di akhir abad ke 7 Masehi. Nama asli pendiri kerajaan Sriwijaya sendiri menurut Mulyana adalah Sri Jayanasa. Nama Sri Jayanasa tercantum dalam prasasti Talang Tuwo yang ditulis pada tahun yang sama dengan dikeluarkannya prasasti Kedukan Bukit. [Baca Juga : Penyebab Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya]

Demikianlah sekelumit sejarah tentang siapa pendiri kerajaan Sriwijaya. Pendapat bahwa pendiri kerajaan ini adalah Dapunta Hyang Sri Jayanasa sebetulnya pendapat yang masih bisa diperdebatkan. Akan tetapi, karena belum ditemukannya lagi bukti-bukti baru yang menguatkan, maka sementara ini pendapat tersebutlah yang digunakan. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "Pendiri Kerajaan Sriwijaya, Teori, dan Bukti Sejarah Pendukungnya"