IPS Mudah

Letak Kerajaan Sriwijaya, Ibukota, dan Peta Wilayah Kekuasaannya

Advertisement
Advertisement
Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan Maritim terbesar yang pertama kali ada di Nusantara. Kerajaan ini berdiri di sekitar abad ke 7 Masehi dan runtuh pada akhir abad ke 12 Masehi. Karena saking lamanya waktu yang membentang dari masa berdirinya hingga masa sekarang, sejarah tentang kerajaan Sriwijaya kini menjadi semakin sulit diungkap. Berbagai seluk beluk kehidupan masyarakatnya serta tata kepemerintahannya yang menjadikan kerajaan ini mampu menguasai banyak wilayah di Asia Tenggara kini hanya dapat diprediksi dengan sumber-sumber sejarah yang terbatas. Salah satu hal yang juga masih menjadi misteri dan menimbulkan perdebatan mengenai sejarah kerajaan ini misalnya adalah tentang letak keberadaannya. Nah, di artikel berikut ini kita akan mengungkap misteri letak kerajaan Sriwijaya tersebut dengan berdasar pada teori-teori yang dikemukakan para ahli dan beberapa peninggalan sejarah yang ada.

Letak Kerajaan Sriwijaya

Dirunut dari berbagai sumber sejarah, diketahui bahwa pada masa kejayaannya di bawah kepemimpinan raja Balaputradewa di awal abad ke 8 Masehi, kekuasaan kerajaan Sriwijaya memang mencakup wilayah yang sangat luas. Wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya pada masa itu mencakup wilayah perairan maupun pesisir daratan di semenanjung Asia. Wilayah perairan meliputi selat Sunda, Selat Malaka, hingga Laut China Selatan, sementara wilayah daratan meliputi Semenanjung Malaya, Tanah Genting Kra, Campa, Indrapura, hingga di tanah Jawa. Peta wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya dapat diilustrasikan pada gambar berikut.

Letak Kerajaan Sriwijaya, Ibukota, dan Peta Wilayah Kekuasaannya

Sebagai kerajaan dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas, Sriwijaya tentu memiliki sebuah daerah ibukota yang menjadi pusat pemerintahan dan kediaman rajanya. Terkait daerah ibukotanya ini, para sejarahwan dan arkeolog masih bersilang pendapat terkait dimana sebetulnya letak pastinya.

Ada yang berpendapat bahwa letak kerajaan Sriwijaya berpusat di sekitar Candi Muara Takus, Riau; hilir Sungai Batanghari, Jambi; dan ada pula yang berpendapat bahwa kerajaan ini beribukota di tepi Sungai Musi, Sumatera Selatan. Masing-masing pendapat tersebut tentu bukan merupakan prediksi liar, melainkan ditunjang dengan sumber-sumber sejarah yang dapat dibuktikan secara ilmiah.

1. Letak Ibukota Sriwijaya di Jambi

Pendapat tentang letak kerajaan Sriwijaya ini diungkapkan pada tahun 2013 oleh Prof. Agus Aris Munandar, seorang arkeolog Universitas Indonesia. Menurutnya, ibukota kerajaan Sriwijaya terletak di wilayah yang kini berada di Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di hilir sungai Batang Hari, antara Muara Sabak hingga Muara Tembesi.

Adapun keberadaan prasasti kedukan bukit dan prasasti lainnya di Palembang yang berisi kutukan dan ancaman menunjukan bahwa sebetulnya Palembang merupakan daerah taklukan. Meski merupakan daerah taklukan, kemungkinan besar Palembang dulunya memang sempat menjadi daerah penting bagi kerajaan Sriwijaya.

Bukti lain yang menguatkan pendapat ini adalah adanya berita dari Cina serta bukti berupa arsitektur. Bukti arsitektur yang ditemukan timnya berupa jejak-jejak peninggalan kerajaan Bahari Tua berupa petirtaan sumur di Situs Kedaton, Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi.

2. Letak Ibukota Sriwijaya di Riau

Keberadaan Candi Muara Takus di Koto Kampar, Riau yang menjadi bukti kemajuan kerajaan Sriwijaya di masa silam mendorong seorang arkeolog Belanda, Moens untuk mengemukakan pendapatnya.

Ia berpendapat bahwa letak kerajaan Sriwijaya berpusat di sekitar candi ini. Menurutnya, keberadaan candi yang megah dan tidak ditemukannya candi serupa di wilayah lain menunjukan bahwa di sekitar wilayah tersebutlah segala roda pemerintahan kerajaan Sriwijaya dikendalikan. Pendapat Moens ini didasari anggapan sebagaimana pada umumnya, kondisi pusat kerajaan yang biasanya memang cenderung memiliki bangunan-bangunan megah. [Baca Juga : Letak Kerajaan Majapahit]

3. Letak Ibukota Sriwijaya di Palembang

Pendapat tentang letak kerajaan Sriwijaya ini adalah yang paling banyak memperoleh dukungan. Dikemukakan oleh Pirre dan Yves Manguin, pendapat ini menyebutkan bahwa kerajaan Sriwijaya berpusat di hulu Sungai Musi, tepatnya di antara Bukit Siguntang dan bukit Sabokiking.

Pendapat ini didasari oleh 2 fakta. Pertama, di wilayah tersebut memang banyak ditemukan prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya. Dan yang kedua, berita dari China berupa petunjuk rute perjalanan I Tsing.

Kendati mendapat banyak dukungan, akan tetapi pendapat ini juga belum mampu menjawab dimana sebetulnya letak istana kerajaan Sriwijaya yang termashyur itu. Bila memang ibukota Sriwijaya memang berada di tepi Sungai Musi, tentu tidak akan sulit menemukan sisa-sisa bangunan terpenting kerajaan maritim terbesar itu. Akan tetapi, nyatanya hingga saat ini reruntuhan istana kerajaan Sriwijaya masih juga belum ditemukan.

Nah, demikianlah beberapa pendapat tentang dimana ibukota dan letak kerajaan Sriwijaya beserta bukti-bukti pendukungnya. Hingga kini, pembahasan tentang ibukota Sriwijaya masih menjadi misteri yang belum tersingkap secara sempurna. Apakah Anda tertarik untuk mengungkapnya?
Advertisement

0 Response to "Letak Kerajaan Sriwijaya, Ibukota, dan Peta Wilayah Kekuasaannya"