IPS Mudah

Letak Kerajaan Majapahit, Ibukota, dan Peta Wilayah Kekuasaannya

Advertisement
Advertisement
Kerajaan Majapahit adalah kerajaan maritim terbesar yang pernah berdiri di Asia Tenggara. Kerajaan ini mulai berdiri di abad ke 12 Masehi dengan Raden Wijaya sebagai raja pertamanya dan runtuh di akhir abad ke 15 pada masa pemerintahan Ranawijaya. Kendatipun merupakan sebuah kerajaan besar yang pernah ada di masa silam, akan tetapi hingga kini seluk beluk tentang kehidupan kerajaan bercorak Hindu ini rupanya masih tetap menjadi sebuah misteri yang belum terpecahkan. Salah satu misteri tersebut misalnya dalam hal letak kerajaan Majapahit yang sebenarnya dan pusat pemerintahannya.

Letak Kerajaan Majapahit

Dari penelusuran beberapa sumber sejarah, seperti nukilan kitab Negarakertagama, berita dari China, dan peninggalan prasasti dan Candi, para ahli sejarah dan arkeolog berpendapat bahwa pada masa kejayaannya, kerajaan ini pernah menguasai seluruh wilayah nusantara (kecuali Papua) dan semenanjung Asia yang meliputi Tumasik (Singapura), Champa (Thailand), Filiphina Selatan, hingga Indocina. Peta wilayah kekuasaan kerajaan Majapahit dapat Anda lihat pada gambar berikut ini!

Letak Kerajaan Majapahit

Layaknya sebuah negara, kerajaan Majapahit yang begitu besar itu tentu memiliki sebuah ibukota sebagai pusat pemerintahannya. Kendati demikian, para ahli masih bersilang pendapat tentang dimana sebetulnya letak pusat kerajaan maritim ini di masa silam. Akan tetapi, dari penelusuran sumber sejarah yang ada, diketahui bahwa ibu kota kerajaan Majapahit pernah berpindah sebanyak 3 kali selama masa pemerintahannya.

1. Masa Pemerintahan Raden Wijaya

Raden Wijaya adalah raja pertama sekaligus pendiri kerajaan Majapahit. Ia dinobatkan sebagai raja pada tahun 1293 Masehi dengan gelar Kertarajasa dan meninggal di tahun 1309 Masehi.

Sebagai raja pertama, Kertarajasa merupakan peletak pondasi awal (founding fathers) berdirinya kerajaan besar ini. Adapun pada masa pemerintahannya, letak kerajaan Majapahit hanya mencakup sebagian kecil wilayah Jawa Timur dengan ibukotanya berletak di Pelabuhan Canggu, Mojokerto. Pelabuhan ini terletak di sebuah delta di hulu  sungai Brantas, sedangkan istana raja berdiri di atas delta tersebut menghadap ke arah hilir.

2. Masa Pemerintahan Jayanegara

Pasca mangkatnya Raden Wijaya, tahta kerajaan lantas diserahkan kepada putra mahkotanya yang bernama Kalagemet. Kalagemet diangkat menjadi raja di tahun 1309 Masehi dengan gelar Jayanegara.

Pada masa kepemimpinannya, Majapahit mengalami berbagai pemberontakan. Hal ini disebabkan karena Jayanegara tidak cukup piawai dalam memimpin. Ia merupakan raja yang lemah dan tidak adil. Akibat pemberontakan-pemberontakan itu, Jayanegara lantas memindahkan letak ibukota kerajaan Majapahit ke Desa Trowulan. Desa ini sekarang terletak di perbatasan antara Kabupaten Jombang dan Mojokerto.

Meski ibukota kerajaan telah dipindahkan, pemberontakan terhadap kepemimpinan Jayanegara tidak juga terhenti. Pemberontakan justru semakin besar akibat banyaknya rakyat yang menjadi tidak senang pada kepemimpinan Jayanegara dan adanya hasutan pada para perwira kerajaan untuk menentang raja yang dilakukan oleh patih kerajaan Majapahit yang bernama Mahapati. Jayanegara lantas terbunuh di tahun 1328 Masehi oleh Tabib Tanca pada sebuah pertempuran.

3. Masa Pemerintahan Bhre Hyang Purwawisesa

Letak kerajaan Majapahit dan ibukotanya tetap berada di Desa Trowulan selama beberapa generasi kepemimpinan, termasuk pada era keemasannya di masa kekuasaan Raja Hayam Wuruk. Akan tetapi, setelah kepemimpinan Hayam Wuruk yang berakhir pada tahun 1389 Masehi, kerajaan ini terus mengalami kemunduran.

Kemunduran kerajaan Majapahit ditandai dengan banyaknya daerah kekuasaan yang melepaskan diri, pemberontakan, serta perang antar saudara dalam perebutan tahta. Kemunduran demi kemunduran membuat ibukota kerajaan ini lantas dipindahkan kembali pada kepemimpinan Bhre Hyang Purwawisesa pada tahun 1516 ke wilayah Kediri. Kepindahan letak kerajaan Majapahit ini lantas berangsur angsur membuat kekuasaan Majapahit semakin pupus hingga ia runtuh di bawah kepemimpinan Raja Ranawijaya pada akhir abad ke 15 Masehi.

Nah, demikianlah sejarah singkat tentang letak kerajaan Majapahit dan ibukotanya yang masih menjadi perdebatan. Meski belum dipastikan 100% benar, namun berbagai peninggalan sejarah berupa reruntuhan bangunan candi, keraton, gapura, dan berbagai arca di ketiga wilayah yang diyakini sebagai pusat kerajaan tersebut membuktikan bahwa teori-teori tentang letak ibukota kerajaan Majapahit yang dikemukakan para ahli bukanlah sebuah cerita dongeng belaka. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "Letak Kerajaan Majapahit, Ibukota, dan Peta Wilayah Kekuasaannya"