IPS Mudah

Letak Kerajaan Kediri, Ibukota, dan Peta Wilayah Kekuasannya

Advertisement
Advertisement
Kerajaan Kediri adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu yang berdiri di Jawa Timur pada sekitar tahun 1045 sd 1221 Masehi. Kerajaan ini didirikan oleh raja Airlangga, raja terakhir kerajaan Mataram Kuno dari Dinasti Isyana. Kerajaan Kediri awalnya beribukota di Kahuripan, akan tetapi karena terjadi perebutan tahta antara kedua anaknya, Airlangga lantas membagi kerajaan Kediri menjadi 2 bagian, yaitu kerajaan Panjalu dan Kerajaan Jenggala. Lantas, dimanakah letak kerajaan Kediri berada? Bagaimana sejarah pembagian kerajaan ini hingga akhirnya dapat bersatu kembali? Berikut pada artikel ini kita akan membahasnya secara lengkap.

Letak Kerajaan Kediri

Menurut prasasti Pamwatan yang dikeluarkan pada sekitar tahun 1042 Masehi, diketahui bahwa karena kedua putra Airlangga saling berebut untuk menjadi raja. Airlangga kemudian membagi kerajaannya menjadi 2, yaitu kerajaan Panjalu dan kerajaan Jenggala. Letak kerajaan Panjalu di sebelah barat dengan ibukota Daha (kota Kediri saat ini) diserahkan kepada putra sulungnya, yaitu Sri Samarawijaya, sementara kerajaan Jenggala di sebelah timur yang beribukota di Kahuripan diserahkan kepada putra bungsunya, yaitu Mapanji Garasakan. Letak kerajaan kediri, pembagian, dan ibukotanya masing-masing dapat diilustrasikan seperti pada gambar berikut.

Letak Kerajaan Kediri, Ibukota, dan Peta Wilayah Kekuasannya

Sepeninggal raja Airlangga yang memilih meninggalkan tahta dan menjadi petapa, kehidupan kerajaan Panjalu dan Jenggala tidak pernah akur. Masing-masing putra Airlangga masih merasa bahwa pembagian itu tidak adil. Si sulung merasa berhak atas semua kerajaan Kediri, sementara si bungsu merasa lebih cakap dari kakaknya untuk memimpin kerajaan peninggalan ayahnya.

Perselisihan kedua kerajaan tersebut terus berlangsung hingga beberapa generasi.  Hingga akhirnya, menurut prasasti Ngantang yang dikeluarkan pada sekitar tahun 1135 Masehi, raja Jayabaya (keturunan Sri Samarawijaya) yang berkuasa atas kerajaan Panjalu sukses menguasai kembali kerajaan Jenggala. Pada saat itu, kerajaan Panjalu dan Jenggala berhasil disatukan dan kembali menggunakan nama Kediri.

Di masa pemerintahan Raja Jayabaya, kerajaan Kediri mencapai masa kejayaannya. Hampir seluruh wilayah pulau Jawa, Bali, Madura, dan beberapa pulau lain di Nusantara berhasil dikuasainya. Bahkan, pengaruh kerajaan Kediri mampu mengalahkan pengaruh kerajaan Sriwijaya yang kala itu mulai beranjak mengalami kemunduran.

Kabar kejayaan Kediri pada masa raja Sri Jayabaya diperkuat dengan adanya kronik China yang berjudul “Ling Wai Tai Ta” karya Chou Ku-fei di tahun 1178. Dalam kronik itu disebutkan bahwa negeri paling kaya selain China pada masa itu secara berurut adalah Arab, Jawa, dan Sumatera. Pada masa itu, Arab memang tengah maju karena dipimpin oleh Bani Abbasiyah, sementara di Jawa terletak Kerajaan Kediri, dan di Sumatra berdiri Kerajaan Sriwijaya.

Masa kejayaan Kediri yang berlangsung selama kepemimpinan Jayabaya berangsur-angsur mengalami kemunduran seiring dengan pergantian tampuk kekuasaan, mulai dari Raja Sarweswara (1159 sd 1169), Sri Aryeswara(1169 sd 1181), Sri Gandra (1181 sd 1182), Kameswara (1182 sd 1185), hingga akhirnya runtuh di tahun 1222 di masa kepemimpinan raja Kertajaya.

Keruntuhan kerajaan Kediri sendiri disebabkan oleh terbunuhnya raja Kertajaya oleh Ken Arok dalam sebuah pertempuran di Desa Ganter (Malang). Ken Arok yang memenangkan pertempuran lantas mendirikan kerajaan baru yang bernama Singasari yang sekaligus menghapuskan kuasa Kediri atas tanah Jawa.

Nah, demikianlah sekilas sejarah tentang kerajaan Kediri mulai dari pendirinya, masa kejayaan, hingga keruntuhannya. Dari sejarah ini kita ketahui bahwa letak Kerajaan Kediri mengalami beberapa perkembangan. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "Letak Kerajaan Kediri, Ibukota, dan Peta Wilayah Kekuasannya"