IPS Mudah

5 Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya, Gambar, dan Penjelasannya

Advertisement
Advertisement
Kerajaan Sriwijaya adalah sebuah kerajaan maritim terbesar yang pertama kali ada di Nusantara. Dikatakan demikian karena wilayah kekuasaan kerajaan ini mencakup separuh wilayah Indonesia hingga semenanjung Asia mulai dari Malaya, Thailand, hingga Kamboja. Akan tetapi, meski termasuk kerajaan besar, Kerajaan Sriwijaya rupanya tidak meninggalkan banyak bangunan candi sebagai bukti peradaban, seperti halnya kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri di tanah Jawa. Hanya ada 5 buah candi peninggalan kerajaan Sriwijaya yang hingga kini ditemukan. Apa saja? Berikut daftarnya!

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Para ahli memperkirakan minimnya jumlah bangunan candi yang ditinggalkan kerajaan Sriwijaya sekalipun ia merupakan pusat pengajaran Budha di Asia Tenggara kala itu disebabkan karena faktor lokasi kerajaan yang berupa rawa dan hutan yang jauh dari gunung berapi.

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

Dengan lokasi yang demikian, akan sulit bagi kerajaan untuk memperoleh bahan baku pembuatan candi berupa batu-batu andesit yang mudah dibentuk dan tahan lama. Pembuatan bangunan-bangunan keagamaan pada masa itu lantas lebih sering menggunakan kayu  yang hanya bisa bertahan tidak lebih dari 200 tahun. [Baca Juga : Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya]

Adapun hingga saat ini, sedikitnya ada 5 buah candi yang ditemukan dan diyakini merupakan peninggalan Sriwijaya. Kelima candi tersebut antara lain Candi Muara Takus, Candi Muaro Jambi, Candi Biaro Bahal, Candi Kota Kapur, dan Gapura Sriwijaya.

1. Candi Muara Takus

Candi Muara Takus adalah candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang paling besar. Candi ini terletak di desa Muara Takus, Kec. 13 Koto, Kampar, Riau. Dari bentuk dan desainnya, diperkirakan candi ini merupakan Candi Budha.

Di dalam kompleks candi Muara Takus terdapat beberapa bangunan candi, seperti Candi Sulung, Candi Bungsu, Mahligai Stupa, dan Palangka. Para arkeolog memperkirakan candi ini dibangun pada zaman kejayaan Sriwijaya di sekitar abad ke 8 Masehi. Beberapa pendapat juga menyebutkan bahwa letak ibukota Kerajaan Sriwijaya pada masa itu berada di sekitar candi ini, mengingat bangunannya yang cenderung paling megah di antara candi peninggalan kerajaan Sriwijaya lainnya.

2. Candi Muaro Jambi

Candi Muaro Jambi adalah sebuah kompleks candi peninggalan kerajaan Sriwijaya yang terletak di Kec. Muara Sebo, Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Berdasarkan gaya arsitekturnya, para arkeolog memperkirakan candi ini dibangun pada abad ke 11 Masehi. Sementara dari coraknya, diketahui bahwa kompleks candi ini merupakan kompleks candi Hindu Budha. Saat ini, kompleks candi Muaro Jambi sangat terawat dan pada 2009 lalu, ia pernah didaftarkan masuk dalam nominasi situs warisan dunia ke Unesco.

3. Candi Biaro Bahal

Candi Biaro Bahal adalah kompleks candi Budha aliran Vajrayana yang terletak di desa Bahal, Kec. Padang Bolak, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Dilihat dari arsitekturnya, Candi peninggalan kerajaan Sriwijaya ini mirip dengan arsitektur candi Jabung di Probolinggo, Jawa Timur sehingga para ahli memperkirakan ia dibangun pada abad ke 11 Masehi. Kompleks candi Muaro Bahal dibangun dengan material berupa batu bata merah dan terdiri dari 3 bangunan candi yang berjajar pada satu garis lurus, yaitu Candi Bahal 1, Candi Bahal 2, dan Candi Bahal 3.

Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya

4. Candi Kota Kapur

Candi Kota Kapur terletak di Desa Kota Kapur, Pulau Bangka. Candi ini ketika ditemukan pada tahun 1994 memang sudah berupa reruntuhan dan pondasi yang tidak tersusun.

Para ahli memperkirakan pembangunan candi ini dilatarbelakangi oleh maraknya kejahatan perompakan terhadap kapal asing dan nelayan yang melintasi di sekitar teluk Bangka pada abad 7 Masehi. Raja Sriwijaya pada masa itu lantas membangun candi ini dan meletakan sebuah prasasti (Prasasti Kota Kapur) sebagai peringatan kepada setiap pelaku perompakan.

5. Gapura Sriwijaya

Candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang berupa gapura atau gerbang ini terletak di Provinsi Sumatera Selatan. Menurut beberapa sumber sejarah, gapura pada kompleks percandian ini berjumlah 9 buah, akan tetapi hingga saat ini baru ditemukan 7 buah, itupun dalam kondisi yang sudah rusak parah.

Nah, itulah kelima candi peninggalan kerajaan Sriwijaya lengkap dengan keterangan dan gambarnya. Candi-candi ini sedikit banyak juga telah membantu pengungkapan sejarah kerajaan Sriwijaya. Tertarik untuk mengunjungi dan melihat secara langsung keunikannya?
Advertisement

0 Response to "5 Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya, Gambar, dan Penjelasannya"