IPS Mudah

8 Prasasti Kerajaan Tarumanegara, Penemu, Isi, dan Gambarnya

Advertisement
Advertisement
Sejarah kerajaan Tarumanegara di tatar Sunda terungkap karena adanya beberapa peninggalan dan bukti arkeologis, yang salah satunya berupa prasasti. Adapun hingga saat ini para ahli telah menemukan 8 buah prasasti kerajaan Tarumanegara di beberapa tempat di sekitar wilayah Bogor, Bekasi, Pandeglang, dan Jakarta. Kedelapan prasasti ini, selain berisi berita tentang kondisi kehidupan masyarakat tatar Sunda kala itu, juga dianggap mampu menjelaskan bahwa budaya Hindu telah berkembang dengan sangat pesat di Indonesia pada abad ke 3 Masehi. Lantas apa saja isi dari kedelapan prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara tersebut? Bagaimana gambar dan dimana keberadaan peninggalan sejarah kerajaan Hindu kuno ini pada masa sekarang?

Prasasti Kerajaan Tarumanegara

Prasasti-prasasti peninggalan kerajaan tarumanegara dinamai berdasarkan letak atau lokasi penemuannya. Adapun kedelapan nama prasasti ini yaitu Prasasti Pasir Awi, Prasasti Jambu, Prasasti Muara Cianteun, Prasasti Ciaruteun, Prasasti Cidanghiyang, Prasasti Tugu,Prasasti Kebon Kopi I, dan Prasasti Kebon Kopi II.

1. Prasasti Pasir Awi (Cemperai)

Prasasti Pasir Awi (Cemperai)
Prasasti Pasir Awi ditemukan di lereng selatan bukit Pasir Awi, Desa Sukamakmur, Kec. Sukamakmur, Bogor. Prasasti ini ditemukan pada tahun 1864 oleh arkeolog Belanda bernama NW. Hoepermans. Prasasti yang juga dinamai Cemperai ini dibuat dari bahan batu alam dengan isi berupa pahatan gambar dedaunan, dahan, buah, dan sepasang telapak kaki.

2. Prasasti Jambu (Pasir Kolengkak)

Prasasti Jambu (Pasir Kolengkak)
Prasasti Jambu ditemukan di Pasir Si Koleangkak, Pasir Gintung, Desa Parakanmuncang, Kec. Nanggung, Bogor. Prasasti ini ditemukan oleh Tryan Martin dan Yoolion Herdika Sava pada tahun 1854. Prasasti yang juga dinamai Pasir Kolengkak ini dibuat dari batu dengan sisi yang berukuran 2 meter. Isinya adalah pahatan gambar sepasang kaki dan sebuah teks yang ditulis dalam bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa dengan bentuk seloka Metrum Sragdhara. Dari gaya penulisannya itu prasasti ini diperkirakan berasal dari pertengahan abad ke 5 Masehi.

Adapun isi teks dan terjemahan prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara ini adalah sebagai berikut.
Teks: “Siman=data krtajnyo narapatir=asamo yah pura tarumayam/ nama sri purnnavarmma pracura ri pusara bhedya bikhyatavarmmo/ Tasyedam= pada vimbadvayam= arinagarot sadane nityadaksam/ bhaktanam yandripanam= bhavati sukhakaram salyabhutam ripunam//
Terjemahan : "Gagah, mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya adalah pemimpin manusia yang tiada taranya yang termashyur Sri Purnawarman yang sekali waktu (memerintah) di Taruma dan yang baju zirahnya yang terkenal tidak dapat ditembus senjata musuh. Ini adalah sepasang tapak kakinya yang senantiasa menggempur kota-kota musuh, hormat kepada para pangeran, tetapi merupakan duri dalam daging bagi musuh-musuhnya."

3. Prasasti Muara Cianteun (Pasir Muara)

Prasasti Muara Cianteun (Pasir Muara)
Prasasti Muara Cianteun ditemukan di tepi sungai Cisadane, dekat Muara Cianteun, Pasir Muara, Bogor. Prasasti ini ditemukan pada tahun 1864 oleh NW Hoepermans. Isinya hanya berupa pahatan gambar sulur-suluran yang keluar dari umbi. Tidak jelas makna dari pahatan tersebut, namun berdasarkan usia karbonnya, prasasti berukuran 2.70 x 1.40 x 140 meter ini diperkirakan berasal dari abad ke 5 Masehi.

4. Prasasti Ciaruteun (Ciampea)

Prasasti Ciaruteun (Ciampea)
Prasasti Ciaruteun ditemukan di tepi sungai Cisadane, Desa Ciaruteun Ilir, Kec. Cibungbulang, Bogor pada tahun 1863 oleh pemerintah Hindia Belanda. Dari letak penemuannya yang berada di tepi sungai, diperkirakan prasasti ini menggelinding jatuh dari atas bukit akibat adanya banjir besar yang sering melanda kawasan tersebut pada masa itu.

Prasasti Ciaruteun ditulis dengan huruf pallawa dan seloka bahasa Sansekerta Metrum Anustubh. Isinya berupa 4 baris puisi dan pahatan gambar telapak kaki, umbi-umbian bersulur, dan laba-laba. Adapun teks dan terjemahan isi prasati Ciaruteun adalah sebagai berikut
Teks: “ Vikkrantasyavanipat eh. Srimatah purnnavarmmanah. Tarumanagarendrasya. Visnoriva padadvayam.”
Terjemahan: “Inilah (tanda) sepasang telapak kaki yang seperti kaki Dewa Wisnu (pemelihara) ialah telapak yang mulia sang Purnnawarmman, raja di negri Taruma, raja yang gagah berani di dunia”.

5. Prasasti Cidanghiyang

Prasasti Cidanghiyang
Prasasti Cidanghiyang ditemukan di tepi sungai Cidanghiyang, desa Lebak, Kec. Munjul, Pandeglang.  Keberadaan prasasti ini pertama kali dilaporkan oleh Tubagus Rusjan di tahun 1947 akan tetapi baru diteliti dan ditindak lanjuti pada tahun 1954.

Prasasti yang ditulis di atas batu alami berukuran 3 x 2 x 2 meter ini beraksarakan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta dalam bentuk seloka Metrum Anustubh. Adapun isinya adalah sebuah puisi yang menceritakan keberanian raja Purnawarman.
Teks : Vikranto ‘yam vanipateh/prabhuh satya parakramah narendra ddhvajabhutena/ srimatah purnnawvarmanah
Terjemahan : "Inilah (tanda) keperwiraan, keagungan, dan keberanian yang sesungguhnya dari raja dunia, yang Mulia Purnawarman yang menjadi panji sekalian raja-raja."
Untuk mengetahui isi dan gambar 3 prasasti peninggalan Tarumanegara lainnya anda dapat membacanya di artikel berikutnya.
Advertisement

0 Response to "8 Prasasti Kerajaan Tarumanegara, Penemu, Isi, dan Gambarnya"