IPS Mudah

5 Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit, Sejarah, dan Penjelasannya

Advertisement
Advertisement
“Tidak ada yang abadi” - pepatah ini mungkin sangat tepat digunakan untuk menggambarkan bagaimana sejarah perjalanan kerajaan Majapahit di masa silam. Kejayaannya pada masa kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada yang hingar bingar dengan dikuasainya berbagai daerah di kepulauan Nusantara dan menjadikannya sebagai kerajaan maritim pertama dan terbesar yang pernah ada, kemudian berangsur-angsur mundur hingga akhirnya runtuh pada masa kepemimpinan raja Ranawijaya pada abad ke 15 Masehi. Jika ditelisik lebih jauh, runtuhnya kerajaan Majapahit ternyata dapat terjadi karena disebabkan beberapa faktor. Apa saja? Berikut ini kita akan membahas faktor-faktor penyebab runtuhnya kerajaan Majapahit tersebut dilengkapi latar belakang dan penjelasannya.

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit

Dirunut pada sejarahnya, sedikitnya ada 5 faktor yang menjadi penyebab runtuhnya kerajaan Majapahit di masa silam. Kelima faktor tersebut di antaranya karena terjadinya perang saudara (perang Paregreg), tidak ada tokoh Majapahit yang cakap dalam memimpin, lepasnya beberapa daerah kekuasaan, datangnya serangan armada Laksamana Cheng Ho, serta menyebarluasnya pengaruh Islam di wilayah kepulauan Nusantara.

Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit

1. Terjadinya perang saudara (Perang Paregreg)

Kejayaan kerajaan Majapahit pada awal abad ke 14 Masehi di bawah tampuk kekuasaan raja Hayam Wuruk berangsur-angsur sirna pasca ia meninggal di tahun 1389.

Karena tidak memiliki anak laki-laki dari permaisurinya, tampuk kekuasaan kerajaan lantas diserahkan kepada putri mahkota Kusumawardhani yang kemudian menikahi sepupunya sendiri, yakni Pangeran Wikramawardhana.

Namun, setelah ditelisik, rupanya Hayam Wuruk memiliki seorang putra dari salah seroang selirnya. Putra Hayam Wuruk yang bernama Pangeran Wirabhumi tersebut lantas menunutut haknya atas tahta kerajaan. Karena tunututan ini, terjadilah konflik perebutan kekuasaan yang lantas menyebabkan pecahnya perang saudara.

Perang yang dinamai dengan nama Perang Paregreg ini menjadi faktor utama penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit. Perang ini terjadi antara tahun 1405 sd 1406 dan dimenangkan oleh Pangeran Wikramawardhana. Kendati memperoleh kemenangan, namun Wikramandara nampaknya tidak mampu mempertahankan kendali atas kerajaan Majapahit dan membangun kepercayaan daerah-daerah kekuasaannya. [Baca Juga : Penyebab Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya]

2. Tidak ada tokoh Majapahit yang mampu memimpin

Selepas mangkatnya 2 tokoh sentral dalam kepemimpinan kerajaan Majapahit, yakni Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, kerajaan ini berangsur-angsur mengalami kemunduran. Tidak adanya tokoh pemimpin yang cakap pada tampuk kekuasaan menyebabkan wibawa kerajaan Majapahit semakin pudar. Hal ini membuat kepercayaan dan ketaatan raja-raja kecil di daerah kekuasaan Majapahit kian berkurang terlebih karena pada pucuk pimpinan kerajaan tersebut terdapat konflik perebutan kekuasaan.

3. Lepasnya daerah kekuasaan

Akibat kondisi politik dan kepemimpinan raja-raja penerus Hayam Wuruk yang carut marut, ketaatan raja-raja di daerah kekuasaan Majapahit lambat laun menjadi kian memudar. Keadaan ini lantas membuat daerah-daerah kekuasaan Majapahit satu persatu melepaskan diri dari pengaruh Majapahit.

Daerah-daerah yang awalnya selalu memberikan upeti untuk kerajaan, kemudian tidak lagi melakukan hal yang sama karena keadaan tersebut. Hal ini lantas membuat kerajaan Majapahit mengalami pailit atau kebangkrutan dari segi ekonomi yang lantas berimbas pada berbagai aspek lainnya seperti militer dan pertahanan.

4. Datangnya armada Laksamana Cheng Ho

Pada masa kepemimpinan Wikramanwardhana, wilayah Majahapit diserang dengan serangkaian ekspedisi laut dinasti Ming, China yang dipimpin oleh laksamana Cheng Ho.

Melalui serangkaian ekspedisi tersebut, Laksamana Cheng Ho yang seorang jendral muslim China lantas mendirikan komunitas Muslim China di beberapa kota pelabuhan di Pantai Utara Jawa, seperti Demak, Semarang, Tuban, dan Ampel. Komunitas-komunitas Islam inipun menjadi pijakan masuknya Islam di Jawa yang kemudian menggerus eksistensi pengaruh Kerajaan Majapahit.

5. Pengaruh perkembangan Islam

Pengaruh perkembangan Islam di pantai Utara Jawa mendorong terlahirnya beberapa kerajaan bercorak Islam, contohnya seperti kerajaan Demak, Banten, Cirebon, dan lain sebagainya. Karena pengaruh perkembangan islam ini pula lah pengaruh kekuasaan Kerajaan Majapahit berangsur memudar sehingga menjadi faktor penyebab runtuhnya kerajaan Majapahit.

Nah, itulah beberapa faktor penyebab runtuhnya kerajaan Majapahit di masa silam. Meskipun pernah menjadi sebuah kerajaan dengan kekuasaan yang begitu besar, Majapahit akhirnya tetap mengalami kemunduran dan keruntuhan. Dari sejarah ini kita belajar bahwa sebesar dan setangguh apapun kita saat ini, kita tidak boleh jumawa, sombong, dan merasa paling kuat, karena segala yang kita miliki kelak juga akan sirna dari genggaman. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "5 Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit, Sejarah, dan Penjelasannya"