IPS Mudah

5 Peninggalan Kerajaan Kalingga : 3 Prasasti dan 2 Candi Bercorak Budha

Advertisement
Advertisement
Kerajaan Kalingga adalah sebuah kerajaan bercorak Budha yang berdaulat atas sebagian wilayah Jawa Tengah antara abad ke 6 sd 7 Masehi. Keberadaan kerajaan ini diungkap dari catatan seorang pendeta China bernama I Tsing beserta beberapa peninggalan sejarahnya. Nah, di artikel kali ini kita akan mengulas tentang sejarah beserta peninggalan kerajaan Kalingga tersebut secara lengkap beserta keterangan dan gambarnya.

Peninggalan Kerajaan Kalingga

Pengungkapan sejarah kerajaan Kalingga sangat sulit dilakukan karena terbatasnya sumber sejarah yang dapat digunakan. Akan tetapi, berita catatan pendeta I Tsing dari China yang pernah berkunjung ke Jawa pada akhir abad ke 6 Masehi memang menyebut adanya sebuah kerajaan bernama Ho Ling (Kalingga) di sekitar Pantai Utara Jawa Tengah.

Peninggalan Kerajaan Kalingga

Dari catatan tersebut, para ahli lantas mencari sumber-sumber sejarah lainnya yang bisa digunakan untuk membuktikan keberadaan dan menafsirkan sejarah kerajaan ini. Usaha yang dilakukan kemudian membuahkan hasil dengan ditemukannya 5 peninggalan kerajaan Kalingga, yang terdiri dari 3 buah prasasti dan 2 buah bangunan candi.

1. Prasasti Tukmas (sekitar 650 M)

Prasasti Tukmas adalah sebuah batu bertulis berukuran besar yang berdiri dekat suatu mata air di lereng Barat Gunung Merapi. Letak tepat prasasti ini berada di Desa Lebak, Grabag, Kab. Magelang.

Adapun dari bentuk aksara Pallawa dan bahasa Sansekerta yang digunakannya, para ahli memperkirakan peninggalan kerajaan Kalingga ini berasal dari pertengahan abad ke 7 Masehi. Perkiraan ini diperkuat dengan analisa kikisan yang terdapat pada permukaannya.

Seperti dapat dilihat pada gambar, tulisan pada prasasti tukmas sendiri sudah banyak yang mengalami keausan. Kendati demikian para ahli masih bisa mengidentifikasi isinya yang berupa kabar tentang adanya sebuah sungai yang mengalir di sekitar Merapi yang mengalirkan air sejernih air sungai Gangga di India.

Selain berisi tulisan, prasasti Tukmas juga disertai adanya pahatan gambar trisula, kapak, kendi, cakra, bunga tunjung, dan sangkha pada prasasti ini masih terlihat jelas.

2. Prasasti Sojomerto (sekitar 700 M)

Prasasti Sojomerto ditemukan di desa Sojomerto, Reban, Batang, Jawa Tengah. Prasasti peninggalan kerajaan Kalingga ini tidak menyebutkan tahun pembuatannya, akan tetapi dari taksiran paleografi, ia diperkirakan dibuat pada akhir abad ke 7 Masehi.

Pesan yang ditulis dalam bahasa Melayu Kuno dengan aksara Kawi pada prasasti ini berisi kabar tentang silsilah Dapunta Selendra, ayah dari Ratu Sima. Tertulis dalam prasasti bahwa dapunta Selendra memiliki ayah bernama Santanu, ibu bernama Bhadrawati, dan istri bernama Sampula.

Peninggalan Kerajaan Kalingga

3. Prasasti Upit (866 M)

Prasasti Upit adalah sebuah prasasti yang dibuat pada awal tahun 788 Saka atau sekitar tanggal 11 November 866 Masehi. Prasasti ini ditemukan Desa Kahuman, Kec. Ngawen, Klaten, Jawa Tengah oleh seorang petani bernama Mitrowiratmo di tahun 1920 M.

Ditulis dalam bahasa Jawa Kuno dengan aksara Kawi awal, Prasasti yang berukuran 85 x 48 cm ini berisi kabar tentang pemberian tanah perdikan di Desa Upit oleh Ratu Sima, Ratu kerajaan Kalingga. Nama Sima yang terdapat dalam prasasti menunjukan bahwa batu tulis itu memang merupakan salah satu peninggalan kerajaan Kalingga.

4. Candi Angin

Candi Angin adalah sebuah candi peninggalan kerajaan Kalingga yang hingga kini masih bisa kita jumpai. Candi yang berletak di desa Tempur, Kec. Keling, Kab. Jepara ini dinama candi Angin karena keberadaannya yang berdiri di atas bukit. Meski terpaan angin sangat kencang, namun candi ini tidak roboh dan tetap kokoh.

Menurut beberapa pakar paleografi, Candi Angin dibuat pada masa sebelum pembangunan candi Borobudur. Akan tetapi, tidak adanya ornamen Hindu Budha di sekeliling candi ini membuat pertentangan pendapat di antara para ahli tentang kegunaan dan fungsi candi ini di masa silam.

5. Candi Bubrah

Candi Bubrah ditemukan tidak jauh dari letak penemuan candi Angin. Dari struktur pondasinya, candi ini diperkirakan sebagai pintu gerbang yang harus dilalui saat hendak memasuki candi angin. Adapun dinamakan bubrah adalah karena struktur candi ini yang sudah tak karuan (Jawa : Bubrah).

Nah, itulah beberapa peninggalan kerajaan Kalingga yang berhasil ditemukan hingga saat ini. Peninggalan-peninggalan tersebut sedikit banyak telah membuktikan eksistensi dan keberadaan kerajaan Kalingga di masa silam. Tertarik untuk melakukan karyawisata ke situs-situs bersejarah ini?
Advertisement

0 Response to "5 Peninggalan Kerajaan Kalingga : 3 Prasasti dan 2 Candi Bercorak Budha "