IPS Mudah

4 Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya : Isi, Gambar, dan Penjelasannya

Advertisement
Advertisement
Kerajaan Sriwijaya adalah sebuah kerajaan bercorak Budha yang berdiri antara abad ke 7 sd 13 Masehi. Berdasarkan beberapa bukti arkeologis, kerajaan ini disebut sebagai kerajaan maritim terbesar dan pertama yang pernah ada di wilayah Asia Tenggara. Adapun untuk mengungkap sejarah kerajaan ini, para ahli menggunakan beberapa sumber sejarah, baik yang berupa peninggalan prasasti (catatan tertulis) maupun kabar dari luar negeri. Apa saja sumber sejarah kerajaan Sriwijaya tersebut? Berikut di artikel kali ini kita akan membahasnya lengkap dengan disertai gambar dan keterangannya.

Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Pengetahuan tentang sejarah kerajaan Sriwijaya diperoleh dari adanya beberapa bukti dan sumber ilmiah. Beberapa diantaranya berupa prasasti yang ditemukan di dalam negeri, prasasti yang ditemukan di luar negeri, kabar dari China, dan kabar dari negeri Arab.

Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya

1. Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya (dalam Negeri)

Sebagai sebuah kerajaan besar, kerajaan Sriwijaya tentu pernah meninggalkan beberapa catatan yang tertuang dalam sebuah pahatan batu bertulis (prasasti). Adapun hingga saat ini, para ahli dalam negeri telah berhasil menemukan sedikitnya 7 prasasti peninggalan kerajaan ini di beberapa wilayah dalam negeri yang diperkirakan pernah menjadi daerah kekuasaannya. Ketujuh prasasti yang menjadi sumber sejarah kerajaan Sriwijaya tersebut ditulis dalam aksara huruf Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno. Masing-masing di antaranya yaitu:


  1. Prasasti Kedukan Bukit (683 M) ditemukan di Kedukan Bukit, tepi Sungai Tatang, Palembang. Prasasti ini berisi tentang kabar perjalanan suci seorang besar bernama Dapunta Hyang bersama 20.000 tentara untuk melakukan penaklukan wilayah.
  2. Prasasti Talang Tuo (684 M) ditemukan di Talang Tuo, Palembang. Prasasti ini berisi tentang doa-doa dan dedikasi raja Sriwijaya.
  3. Prasati Palas Pasemah (- M) ditemukan di Palas Pasemah, Lampung Selatan. Prasasti ini berisi tentang kabar kutukan bagi siapapun yang berlaku jahat dan menentang perintah raja.
  4. Prasasti Kota Kapur (686 M) ditemukan di Kota Kapur, Bangka. Prasasti ini juga berisi tentang kabar kutukan bagi siapapun yang berlaku jahat dan menentang perintah raja Sriwijaya.
  5. Prasasti Karang Berahi (686 M) ditemukan di tepi Sungai Merangin (cabang Sungai Batanghari), Jambi Hulu. Prasasti ini juga berisi kutukan.
  6. Prasasti Hujung Langit (979 M) ditemukan di Haur Kuning, Lampung. Prasasti ini berisi tentang kabar pemberian tanah Sima kepada seseorang sebagai hadiah.
  7. Prasasti Telaga Batu (- M) ditemukan di Telaga Biru, Ilir Timur 2, Palembang. Prasasti ini juga berisi tentang kabar kutukan bagi siapapun yang berlaku jahat dan menentang perintah raja Sriwijaya.


Ketujuh prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya tersebut memiliki pesan dan bentuk yang berbeda-beda. Selengkapnya tentang isi dan bentuk prasast-prasasti tersebut, Anda bisa membaca artikel kami yang berjudul : Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya.

2. Prasasti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya (luar Negeri)

Sebagai kerajaan maritim yang besar, jejak kebesaran kerajaan Sriwijaya juga ditemukan di beberapa wilayah di luar negeri. Jejak tersebut berupa prasasti-prasasti yang belakangan juga digunakan sebagai sumber sejarah dalam pengungkapan kehidupan masyarakat Kerajaan Sriwijaya. Prasasti-prasasti tersebut di antaranya:


  1. Prasasti Ligor (775 M) ditemukan di Tanah Genting, Thailand. Prasasti ini berisi 2 kabar, yaitu kabar tentang pendirian bangunan Trisamaya Caiya, Wajrapani, dan Awalokiteswara; serta kabar tentang keagungan raja Wisnu beserta keluarga Sri Maharaja Syailendra.
  2. Prasasti Leiden (1006 M) ditemukan di India. Prasasti ini dikeluarkan raja kerajaan Cola pada masa itu yang bernama Raja Kesariwarman. Isinya menceritakan peresmian wihara yang diminta raja Sriwijaya.
  3. Prasasti Nalanda (860 M) ditemukan di Benggala, India. Prasasti ini mengisahkan pembangunan sebuah biara oleh Raja Balaputradewa yang diperuntukan sebagai tempat tinggal pelajar Sriwijaya saat menimba ilmu agama Budha di India.
  4. Prasasti Kanton (1079 M) ditemukan di Kanton, China. Prasasti ini berisi kabar tentang bantuan Raja Sriwijaya dalam perbaikan sebuah kuli agama Thao di Kanton.


3. Kabar dari China (Catatan I Tsing)

Keterangan tentang kerajaan Sriwijaya diperoleh dari catatan seorang pendeta Budha China yang bernama I Tsing. Dalam catatannya, I Tsing menyatakan bahwa ia pernah singgah di Sriwijaya pada tahun 671 M dalam perjalanannya menuju India. Ia kemudian datang lagi ke Sriwijaya di tahun 685 M untuk menerjemahkan kitab Hastadandasastra ke dalam bahasa China di bawah bimbingan guru Sakyakirti.

Menurut catatan I Tsing, pada abad ke 7 M, kerajaan Sriwijaya telah berkembang menjadi pusat kegiatan agama Budha di Asia Tenggara. Selain itu, pelayaran dan kekuatan militer kerajaan ini juga disebutkan cukup maju. Banyak kapal-kapal dari India yang singgah di Sriwijaya untuk melakukan perniagaan. Sementara terkait dengan penyebaran agama Budha, menurut catatan I Tsing, Budhisme di Sriwijaya lebih dipengaruhi Tantranisme dengan aliran Mahayana.

4. Berita dari Arab

Sumber sejarah kerajaan Sriwijaya berupa Catatan Arab kuno tulisan Hordadheh dan Al Beruni yang baru-baru ini ditemukan mengemukakan tentang kemakmuran kerajaan Zabag (Sriwijaya).

Dalam catatan tersebut dikatakan bahwa kerajaan Zabag yang letaknya lebih dekat dengan China dibandingkan India mampu menghasilkan emas yang sangat banyak setiap tahunnya. Karena dikenal sebagai penghasil emas, kerajaan Sriwijaya pada masa itu dikenal dengan sebutan pulau Emas atau Swarnadwipa.

Nah, itulah beberapa sumber sejarah kerajaan Sriwijaya yang membantu para sejarahwan dalam mengungkap kisah kehidupan masyarakat kerajaan Budha ini di masa silam. Sumber-sumber sejarah baik yang berupa prasasti maupun kabar dari negara lain tersebut membuktikan bahwa ternyata nenek moyang kita dulunya pernah mengalami kemajuan dan kemakmuran yang luar biasa. Kapankah negara kita dapat kembali meraih kemajuan dan kemakmuran itu?
Advertisement

0 Response to "4 Sumber Sejarah Kerajaan Sriwijaya : Isi, Gambar, dan Penjelasannya"