IPS Mudah

11 Prasasti Peninggalan Sriwijaya, Isi, Gambar, dan Keterangannya

Advertisement
Advertisement
Sebagai sebuah kerajaan maritim besar yang pernah berdiri di Nusantara, kerajaan Sriwijaya tentu pernah meninggalkan berbagai peninggalan sejarah. Adapun selain meninggalkan bangunan Candi Muara Takus di Riau, kerajaan bercorak Budha ini juga meninggalkan beberapa prasasti (batu bertulis) di beberapa daerah yang pernah menjadi wilayah kekuasaannya. Lantas, dimana saja letak penemuan prasasti-prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya tersebut? Apa saja isi pesan yang tertulis? Seperti apa gambar bentuk prasasti-prasasti tersebut? Untuk tahu jawabannya, silakan simak pembahasan singkat yang telah IPSMudah.com buat berikut ini.

Prasasti Peninggalan Sriwijaya

Hingga saat ini, sedikitnya ada 7 buah prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang berhasil ditemukan dan membantu pengungkapan sejarah kerajaan ini. Ketujuh prasasti tersebut ditemukan tersebar di sekitar wilayah Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, dan Bangka Belitung.

Prasasti Peninggalan Sriwijaya

1. Prasasti Kedukan Bukit (683 M)

Prasasti Kedukan Bukit ditemukan oleh M. Batenburg pada tahun 1920 di Kedukan Bukit, tepi Sungai Tatang (anak sungai Musi), Kelurahan 35 Ilir, Kota Palembang. Prasasti ini berupa batu kecil ukuran 45 x 80 cm dengan pahatan aksara Pallawa berbahasa Melayu Kuno mengelilingi setiap sisinya. Isi dari prasasti kerajaan Sriwijaya ini menerangkan tentang perjalanan Dapunta Hyang dan 20.000 tentaranya dari dalam menaklukan wilayah kerajaan lain di Nusantara. Saat ini kita bisa menemukan prasasti Kedukan Bukit di Museum Nasional dengan no invertaris D 146.

2. Prasasti Palas Pasemah (- M)

Prasati Palas Pasemah ditemukan di pinggiran rawa Sragi, Desa Palas Pasemah, Lampung Selatan. Prasasti yang berisi 13 baris kalimat ini ditulis dengan aksara Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno. Adapun isinya adalah kabar kutukan bagi siapapun yang berlaku jahat dan menentang perintah raja. Saat ini, prasasti Palas Pasemah masih ada di tempat asalnya di Desa Palas Pasemah, sekitar 12 km perjalanan ke arah Timur kota Kalianda, Lampung Selatan.

3. Prasasti Kota Kapur (686 M)

Prasasti Kota Kapur adalah prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya yang ditemukan pertama kali. Prasasti ini ditemukan oleh JK van Der Meulen pada tahun 1892 di dusun kecil pesisir Barat Pulau Bangka, Kota Kapur, Bangka.

Prasasti Kota kapur berupa sebuah tiang bertulis setinggi 2 meter. Tulisannya sendiri ditulis dalam bahasa Melayu Kuno dan aksara huruf Pallawa. Isinya berupa kutukan terhadap siapapun yang melakukan perbuatan jahat di wilayah kerajaan dan kutukan bagi mereka yang berusaha memberontak terhadap kekuasaan raja Sriwijaya. Saat ini prasasti kota Kapur berada di Museum Kerajaan Belanda, Amsterdam dengan status pinjaman.

Prasasti Peninggalan Sriwijaya

4. Prasasti Talang Tuo (684 M) 

Prasasti Talang Tuo ditemukan kaki Bukit Siguntang, Talang Tuo, Palembang pada tahun 1920 oleh Louis Constant Westenenk. Prasasti ini berupa batu datar berukuran 50 x 80 cm yang tertuliskn 14 baris aksara Pallawa berbahasa Melayu Kuno. Isinya sendiri berupa doa-doa tentang kesuburan dan dedikasi raja atas kepemimpinannya. Sejak ditemukan hingga saat ini, prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya ini disimpan di Museum Nasional Indonesia, di Jakarta.

5. Prasasti Telaga Batu (- M) 

Prasasti Telaga Batu ditemukan pada tahun 1935 di sekitar kolam Telaga Biru, Ilir Timur 2, Palembang. Bentuk prasasti ini terbilang sangat unik dan berbeda dari prasasti-prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya lainnya. Selain karena ukurannya yang cukup besar, dengan tinggi 118 cm dan lebar 148 cm, prasasti ini juga dilengkapi dengan beberapa ornamen. Di bagian atas prasasti ini juga dilengkapi dengan ornamen pahatan tujuh kepala ular kobra, sementara di bagian bawahnya terdapat semacam ornamen pancuran.

Adapun isi dari prasasti ini bisa dibilang cukup panjang. Akan tetapi, isinya masih seputar kutukan terhadap siapa saja orang yang hendak memberontak kekuasaan raja. Saat ini, prasasti telaga batu disimpan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.


6. Prasasti Karang Berahi (686 M)

Prasasti Karang Berahi ditemukan oleh Kontrolis LM. Berkhout pada tahun 1904 di tepi Sungai Batang Merangin (cabang Sungai Batanghari), Jambi Hulu, Desa Bersurat, Pamenang, Merangin, Jambi. Prasasti kerajaan Sriwijaya ini  ditulis dengan aksara Palawa dan bahasa Melayu Kuno. Sama seperti prasasti Palas Pasemah, Kota Kapur, dan Telaga Batu, prasasti ini juga berisi kutukan bagi orang jahat dan orang yang tidak setia kepada raja.

Prasasti Peninggalan Sriwijaya

7. Prasasti Hujung Langit (979 M)

Prasasti Hujung Langit ditemukan di Desa Haur Kuning, Lampung. Meskipun aksara Pallawa berbahasa Melayu Kuno yang terpahat di prasasti ini sudah sangat aus, namun para ahli dapat memperkirakan isi prasasti ini berupa kabar pemberian tanah Sima kepada seseorang sebagai hadiah.

Nah, selain ketujuh prasasti yang ditemukan di dalam negeri tersebut, kerajaan Sriwijaya rupanya juga meninggalkan jejak sejarah lewat prasasti-prasasti yang terdapat di luar negeri, seperti prasasti Ligor di Thailand, prasasti Leiden dan Nalanda di India, serta prasasti Kanton di China.

Prasasti Peninggalan Sriwijaya


  1. Prasasti Ligor (775 M) ditemukan di Tanah Genting, Thailand. Prasasti ini berisi 2 kabar, yaitu kabar tentang pendirian bangunan Trisamaya Caiya, Wajrapani, dan Awalokiteswara; serta kabar tentang keagungan raja Wisnu beserta keluarga Sri Maharaja Syailendra.
  2. Prasasti Nalanda (860 M) ditemukan di Benggala, India. Prasasti ini mengisahkan pembangunan sebuah biara oleh Raja Balaputradewa yang diperuntukan sebagai tempat tinggal pelajar Sriwijaya saat menimba ilmu agama Budha di India.
  3. Prasasti Leiden (1006 M) ditemukan di India. Prasasti ini dikeluarkan raja kerajaan Cola pada masa itu yang bernama Raja Kesariwarman. Isinya menceritakan peresmian wihara yang diminta raja Sriwijaya.
  4. Prasasti Kanton (1079 M) ditemukan di Kanton, China. Prasasti ini berisi kabar tentang bantuan Raja Sriwijaya dalam perbaikan sebuah kuli agama Thao di Kanton.

Nah, demikianlah 11 prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya yang terdiri dari 7 prasasti dalam negeri dan 4 prasasti luar negeri. Prasasti-prasasti ini adalah sumber sejarah utama yang membantu pengungkapan riwayat kehidupan masyarakat Sriwijaya di masa silam. Menilik pada besarnya wilayah dan kekuasaan kerajaan ini di masa silam, kemungkinan masih ada banyak lagi prasasti yang hingga kini masih belum ditemukan. Tertarik menjadi arkeolog dan berusaha mencarinya? Silakan!
Advertisement

0 Response to "11 Prasasti Peninggalan Sriwijaya, Isi, Gambar, dan Keterangannya"