IPS Mudah

10 Unsur Unsur Peta, Letak, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya

Advertisement
Advertisement
Peta adalah gambar permukaan bumi pada sebuah bidang datar yang menggunakan skala dan dihasilkan dari sistem proyeksi tertentu. Peta dapat disajikan dalam beragam bentuk, mulai dari bentuk  konvensional yang tercetak, maupun dalam bentuk digital yang tampil di layar komputer. Kendati dapat disajikan dalam bentuk yang berbeda-beda, sebuah peta baru dapat dikatakan memenuhi syarat ideal bila telah memiliki beberapa unsur. Nah, di artikel kali ini kita akan membahas apa saja unsur unsur peta tersebut yang menjadi komponen kelengkapan sebuah peta ideal.

Unsur Unsur Peta

Sebuah peta dikatakan sebagai peta yang ideal apabila telah memiliki beberapa unsur atau komponen. Sedikitnya ada sekitar 10 komponen yang idealnya dimiliki sebuah peta. Kesepuluh komponen tersebut meliputi judul, petunjuk arah, skala, sumber dan tahun pembuatan, legenda, garis astronomis, simbol, warna, lettering, dan inset. Berikut penjelasan dan ilustrasi dari unsur unsur peta tersebut.

Unsur Unsur Peta

1. Judul Peta

Judul peta adalah sebuah identitas yang menggambarkan isi, tujuan, dan tipe sebuah peta. Judul peta biasanya diletakan di bagian atas kanan atau bagian lain yang mudah dilihat oleh para pengguna peta. Tanpa dilengkapi oleh komponen ini, para pengguna peta akan kebingungan dan menerka-nerka isi dari peta yang dimilikinya.

2. Petunjuk Arah

Petunjuk arah mata angin (orientasi) adalah komponen yang vital peranannya bagi optimalisasi fungsi sebuah peta. Dengan komponen ini, pengguna peta dapat menentukan mana arah utara, timur, selatan, dan Barat dari sebuah peta. Petunjuk arah mata angin biasanya disimbolkan dengan mata panah dan huruf U sebagai petunjuk arah utara.

3. Skala Peta

Skala peta menunjukan perbandingan jarak dan luas wilayah yang digambarkan dalam peta dengan jarak dan luas wilayah sebenarnya. Skala peta biasanya dinotasikan dengan angka 1:sekian. Semakin besar skala pada sebuah peta, maka semakin besar pula wilayah yang digambarkannya.

4. Sumber dan Tahun Pembuatan

Sumber dan tahun pembuatan merupakan unsur unsur peta yang tak kalah vital peranannya. Sumber dan tahun pembuatan dapat menjadi pedoman keakuratan data sebuah peta dari sudut pandang kekinian. Sumber peta adalah nama perseorangan atau lembaga yang menerbitkan peta tersebut, misalnya Bakosurtanal, BPN, dan Jawatan Topografi Angkatan Darat, sementara tahun pembuatan berkaitan dengan kondisi kesesuaian faktual keadaan sebenarnya dengan data yang digambarkan pada peta.

5. Legenda Peta

Legenda adalah sebuah daftar informasi yang ditunjukan pada peta untuk menjelaskan simbol-simbol tertentu yang tergambar dalam peta. Legenda biasanya diletakan pada sebuah kotak putih di bagian dalam peta. Dengan adanya legenda, para pengguna peta akan lebih mudah memahami suatu simbol yang diletakan pada peta.

6. Garis Astronomis

Garis astronomis adalah garis yang dapat menunjukan letak suatu wilayah dari segi astronomisnya. Garis astronomis terdiri dari 2 unsur, yaitu garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis-garis yang sejajar dengan katulistiwa (LU dan LS), sementara garis bujur adalah garis-garis yang tegak lurus dengan katulistiwa (BT dan BB).

7. Simbol Peta

Simbol adalah komponen yang sangat penting peranannya dalam menyampaikan pesan seorang kartograf (pembuat peta) kepada para pengguna peta. Simbol terletak menyebar di dalam tampilan sebuah peta. Jenisnya beragam, mulai dari simbol titik, simbol garis, simbol area, dan lain sebagainya. Pembahasan selengkapnya tentang unsur unsur peta yang satu ini dapat Anda temukan di artikel sebelumnya : Simbol Simbol pada Peta.

8. Warna Peta

Selain dapat menambah daya tarik tampilan sebuah peta, warna ternyata juga dapat menjadi sebuah simbol khusus yang juga digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan. Warna pada peta umumnya digunakan untuk menunjukan perbedaan topografi dari sebuah permukaan bumi. warna hijau, orange, dan coklat digunakan untuk menggambarkan topografi daratan; warna biru untuk menggambarkan perairan; dan warna putih untuk menggambarkan lapisan gletser (es). Selengkapnya tentang pembahasan unsur unsur peta yang satu ini dapat Anda temukan di artikel sebelumnya : Simbol Warna pada Peta.

9. Lettering

Lettering adalah semua tulisan yang digunakan untuk mempertegas maksud dari sebuah simbol pada peta. Sebagai contoh, sebuah simbol area berwarna biru terletak di tengah daratan Provinsi Sumatera Utara. Para pengguna peta yang awam tentu akan bingung dengan adanya simbol tersebut. Dengan dilengkapi tulisan “Danau Toba”, maka diharapkan para pengguna peta dapat lebih memahami maksud dari simbol area biru yang digambarkan.

10. Inset

Inset adalah sebuah peta kecil yang diletakan di dalam peta utama. Berdasarkan fungsinya, inset dibedakan menjadi 3 macam, yaitu inset penunjuk lokasi (untuk menunjukkan letak daerah yang belum dikenali), inset penjelas (untuk memperbesar daerah yang dianggap penting), dan inset penyambung (untuk menyambung daerah yang terpotong di peta utama).

Nah, demikianlah kesepuluh unsur unsur peta dan penjelasannya yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini. unsur-unsur tersebut telah menjadi komponen wajib yang harus selalu ada di sebuah tampilan peta ideal. Tanpa kelengkapan unsur-unsur peta tersebut, fungsi peta akan menjadi tidak optimal dan justru bisa menyebabkan kesalahan tafsir. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "10 Unsur Unsur Peta, Letak, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya"