IPS Mudah

7 Kerajaan Islam di Jawa, Sejarah, dan Daerah Kekuasaannya

Advertisement
Advertisement
Kerajaan Islam di Jawa – Masuknya Islam ke Indonesia pada sekitar abad ke 6 Masehi telah membawa banyak perubahan besar bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat Nusantara. Selain pada bidang kepercayaan, sosial budaya, dan ilmu pengetahuan, penyebaran syiar Islam juga mempengaruhi bidang kepemerintahan. Pengaruh ini ditandai dengan munculnya beberapa kerajaan bercorak Islam di Indonesia, baik itu di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Nah, di artikel kali ini kita akan membahas tentang beberapa kerajaan bercorak Islam tersebut khususnya yang ada di Pulau Jawa sejak abad ke 14 Masehi hingga saat ini.

Kerajaan Islam di Jawa

Masuknya dan berkembangnya Islam ke tanah Jawa diyakini terjadi karena peran Walisongo atau 9 wali yang mulai berdakwah di awal abad 14 Masehi. Sejak saat itu, perkembangan Islam menjadi sangat pesat mengalahkan perkembangan agama Hindu dan Budha yang telah lebih dahulu ada.

Kerajaan Islam di Jawa

Bukti perkembangan budaya Islam dan pengaruhnya tersebut ditandai dengan munculnya 7 kerajaan islam di Jawa yang beberapa di antaranya hingga kini masih tetap ada, baik wujud kerajaannya maupun peninggalan-peninggalan sejarahnya.

1. Kerajaan Demak (1475 - 1554)

Peta Kerajaan Demak
Kerajaan Demak adalah kerajaan bercorak Islam pertama yang ada di Jawa. Kerajaan ini muncul di tahun 1500 M dan runtuh di tahun 1550 M. Meski terbilang berdiri secara singkat, keberadaan Kerajaan Demak pada masa silam memegang peranan penting sebagai pusat penyebaran agama Islam di Nusantara.

Bukti bahwa Demak telah menjadi pusat penyebaran Islam di Nusantara ditandai dengan beberapa peninggalan bersejarah, seperti Masjid Agung Demak dan makam Sunan Kalijaga yang terdapat di sekitar pelataran masjid. (Selengkapnya : Peninggalan Kerajaan Demak)

Selama berdirinya, Demak mengalami 5 kali pergantian kepemimpinan yaitu Raden Patah selaku pendiri kesultanan (1475-1518), Pati Unus (1518-1521), Trenggana (1521-1546), Sunan Prawata (1546-1549), dan Arya Penangsang (1549-1554). Dari 5 kepemimpinan tersebut, Demak mengalami masa kejayaan dibawah kendali Pati Unus dan Sultan Trenggana.  Sementara di akhir keruntuhannya, Arya Penangsang dibunuh oleh pemberontak kiriman Hadiwijaya yang kemudian menjadi cikal bakal penguasaan Kesultanan Pajang atas wilayah Demak.

2. Kesultanan Cirebon (1430 - 1666)

Peta Kerajaan Cirebon
Kerajaan Cirebon adalah kerajaan Islam di Jawa yang berdiri pada abad ke 15 sampai 16 Masehi. Kerajaan ini berlokasi di pantai utara Jawa dan menjadi daerah pembatas pelayaran antara daerah-daerah pelabuhan di Jawa Barat (Banten dan Batavia) dengan daerah-daerah pelabuhan di Jawa Tengah (Demak). Karena lokasinya tersebut, Cirebon menjadi suatu jembatan pertemuan antara budaya Jawa dan Sunda sehingga menghasilkan suatu budaya baru yang khas, yaitu budaya Cirebon.

Kerajaan Cirebon juga diyakini memegang peran penting bagi penyebaran Islam di Tanah Jawa. Bukti utamanya adalah bahwa kerajaan ini pernah dipimpin oleh Sunan Gunung Jati sebagai Sultan Cirebon II yang tak lain adalah salah satu sunan wali songo yang membantu penyebaran syiar Islam di Jawa pada masa silam.

3. Kesultanan Banten (1524 - 1813)

Peta Kerajaan Banten
Kesultanan Banten adalah kerajaan Islam di Jawa yang berdiri pada abad ke 16 sd 19 Masehi. Berdirinya kerajaan ini dilatarbelakangi oleh adanya perluasan wilayah yang dilakukan oleh kerajaan Cirebon untuk membangun sebuah pangkalan pertahanan maritim di arah Barat wilayahnya.

Maulana Hasanuddin yang juga adalah putra pertama dari Sunan Gunung Jati (Sultan Cirebon II) merupakan orang yang berperan penting dalam penaklukan kawasan Banten. Keberhasilan penaklukan kawasan ini ditandai dengan berdirinya benteng Surosowan yang hingga kini wujudnya masih dapat kita temui sebagai salah satu peninggalan Kerajaan Banten.

4. Kesultanan Pajang (1568 - 1618)

Peta Kerajaan Pajang
Berdirinya kerajaan Pajang tidak bisa dilepaskan dari bagaimana proses keruntuhan Kerajaan Demak. Kerajaan Pajang berdiri di pedalaman Jawa Tengah setelah runtuhnya Demak. Pajang dahulunya merupakan sebuah daerah bawahan Kerajaan Demak dengan Ki Ageng Penging sebagai pemimpinnya. Karena terlibat pemberontakan pada masa kepemimpinan Pati Unus, Ki Ageng Penging di hukum mati. Namun, putranya yang bergelar Jaka Tingkir, setelah dewasa justru mengabdi pada kerajaan Demak. Karena prestasinya yang luar biasa, Jaka Tingkir kemudian diserahi kekuasaan atas Pajang. Ia bahkan diangkat menantu oleh Sultan Trenggana, Raja Demak pada masa itu.

Sepeninggal Sultan Trenggana, sunan Prawoto kemudian diserahi tahta Demak. Namun, tak bertahan lama, Sunan Prawoto kemudian dibunuh oleh sepupunya sendiri, yakni Arya Penangsang yang terlibat perebutan kekuasaan. Arya Penangsang lalu dibunuh oleh Jaka Tingkir, sehingga kekuasaan Demak pun jatuh. Jaka Tingkir kemudian memindahkan ibukota Demak ke Pajang dan mendirikan kerajaan baru bernama kerajaan Pajang. Karena wilayah ibukotanya yang kurang strategis, kerajaan Pajang tidak bertahan lama, hingga tepatnya setelah meninggalnya Jaka Tingkir pada 1618, Pajang runtuh akibat konflik perebutan kekuasaan antara putra dan menantu Jaka Tingkir, yaitu Pangeran Benawa dan Arya Pangiri.

5. Kesultanan Mataram Islam (1586 - 1755)

Peta Kerajaan Mataram
Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Jawa yang berdiri di abad ke-17 Masehi. Kerajaan ini awalnya merupakan sebuah kadipaten kecil di bawah Kesultanan Pajang dengan adipatinya yang bergelar Panembahan Senapati atau Sutawijaya. Namun, karena kecakapakan Sutawijaya, kerajaan ini tumbuh menjadi kerajaan besar, bahkan di masa keemasannya, kerajaan Mataram pernah menyatukan kekuasaan tanah Jawa termasuk Madura. Kerajaan ini bahkan sempat memerangi VOC di Batavia sebagai usaha untuk mencegah perkembangan firma dagang Belanda itu. Namun, ironisnya karena politik Devide et Empera yang dilakukan Belanda, kerajaan ini justru terpecah karena perebutan kekuasaan dan membutuhkan bantuan VOC pada masa akhir menjelang keruntuhannya. (Selengkapnya : Peninggalan Kerajaan Mataram Islam)

6. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat (1755-sekarang)

Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kasunanan Surakarta Hadiningrat adalah dua kerajaan Islam di Jawa yang berdiri sejak tahun 1755 dan hingga kini masih tetap ada. Kedua kerajaan ini berdiri sebagai negara dependen berbentuk kerajaan di bawah kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wilayah kedua kerajaan ini dahulunya merupakan kekuasaan Kesultanan Mataram yang runtuh akibat perebutan kekuasaan.

Nah, demikianlah 7 kerajaan Islam di Jawa beserta sejarah singkat dan perannya bagi perkembangan syiar Islam di Nusantara. Dengan mengenali kerajaan-kerajaan tersebut, kita dapat mengetahui napak tilas sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "7 Kerajaan Islam di Jawa, Sejarah, dan Daerah Kekuasaannya"