IPS Mudah

Isi Perjanjian Linggarjati, Latar Belakang, dan Sejarah Lengkapnya

Advertisement
Advertisement
Isi Perjanjian Linggarjati - Perjanjian linggarjati adalah salah satu perundingan yang dilakukan antara Indonesia dan Belanda pada konflik pasca kemerdekaan Indonesia. Perjanjian ini dinamai Linggarjati karena dilakukan di Linggarjati, Jawa Barat. Perjanjian yang ditandatangani difasilitasi oleh Kerajaan Inggris ini menghasilkan beberapa kesepakatan antara kedua belah pihak terkait dengan status kemerdekaan Indonesia dan hubungan antara kedua negara yang berkonflik. Apa saja kesepakatan yang menjadi isi perjanjian linggarjati ini? Bagaimana latar belakang sejarah serta tokoh-tokoh yang berperan dalam perjanjian tersebut? Berikut uraian sederhananya yang dapat anda pahami!

Latar Belakang dan Isi Perjanjian Linggarjati

Perjanjian linggarjati dilatarbelakangi oleh status quo yang ditinggalkan Jepang terhadap Indonesia pasca perang dunia ke dua. Status quo ini mendorong masuknya AFNEI yang dibonceng NICA ke Indonesia dan menimbulkan perang antara Indonesia dan Belanda, misalnya peristiwa 10 November yang terjadi di Surabaya.

Isi Perjanjian Linggarjati
Atas dasar itu, Kerajaan Inggris selaku penanggung jawab penyelesaian konflik militer dan politik di Asia kemudian menginisiasi suatu perundingan. Sir Archibald Clark Kerr, Diplomat Inggris kemudian mengundang Indonesia dan Belanda untuk berunding di Hooge Celuwe. Namun, perundingan tersebut gagal karena tidak terciptanya kesepahaman antara kedua belah pihak. Indonesia meminta pengakuan Belanda atas kedaulatan wilayahnya yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura, sedangkan Belanda hanya mau mengakui kedaulatan Indonesia hanya terbatas pada Pulau Jawa dan Madura saja.

Karena perundingan yang digagas Sir Archibald Clark Kerr gagal, pada akhir Agustus 1946, Inggris kemudian mengirim Lord Killearn ke Indonesia untuk kembali menginisiasi perundingan. Pada 7 Oktober 1946, perundingan Indonesia dan Belanda di bawah pimpinan Lord Killearn kemudian menghasilkan persetujuan gencatan senjata mulai 14 Oktober 1946 dan menyiapkan suatu perundingan baru di Linggarjati pada 11 November 1946.

Isi Perjanjian Linggar Jati

Tepat pada 11 November, perwakilan dari masing-masing negara berkumpul di Linggarjati, sebelah Selatan kota Cirebon, Jawa Barat. Dalam perundingan ini, Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir, Mr. Susanto Tirtoprojo, Dr. A. K. Gani, dan Mohammad Roem, sementara Belanda diwakili oleh tim Komisi Jendral yang beranggotakan HJ. Van Mook, Van Pool, De Boer, dan Wim Schermerhorn sebagai ketuanya, adapun yang bertindak sebagai mediator adalah Lord Killearn dari Inggris.

Perundingan yang kemudian dinamai “Perjanjian Linggarjati” ini kemudian menghasilkan 17 pasal kesepakatan, yang pokok-pokoknya meliputi 4 hal utama. Keempat hal utama yang menjadi isi perjanjian linggarjati tersebut di antaranya:

  1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa dan Madura.
  2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januari 1949.
  3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.
  4. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth/Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai kepala uni.


Dampak Positif dan Negatif Perjanjian Linggarjati

Meskipun telah menjadi sebuah kesepakatan bersama, perjanjian linggarjati tetaplah memberikan dampak yang signifikan bagi kelangsungan kedaulatan pemerintahan Indonesia, baik berupa dampak positif maupun dampak negatif.

Dampak positif perjanjian ini adalah Indonesia sebagai sebuah negara baru bisa memperoleh pengakuan secara defakto dari negara yang menjajahnya sendiri. Sementara pengakuan defakto adalah salah satu syarat bagi berdirinya sebuah negara.

Selain itu, dengan adanya perjanjian ini permasalahan atau konflik yang terjadi antara pemerintah Belanda dan Indonesia terangkat ke forum internasional dan meningkatkan posisi tawar Indonesia untuk memperoleh pengakuan dari negara-negara lain atas keberadaannya. Sementara dampak negatifnya adalah wilayah Indonesia menjadi semakin sempit karena Belanda hanya mengakui kedaulatan Indonesia atas Jawa, Sumatera, dan Madura saja.

Pro dan Kontra Perjanjian Linggarjati

Adanya dampak negatif yang diperoleh Indonesia dari perjanjian ini membuat beberapa partai politik seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakyat Jelata serta banyak tokoh nasional menentang isi perjanjian Linggarjati yang telah disepakati. Namun, dengan mempertimbangkan beberapa keuntungan yang diperoleh akhirnya pada 25 Maret 1947 perjanjian inipun ditandatangani secara syah oleh kedua negara.

Pelanggaran Isi Perjanjian Linggarjati

Pelanggaran Isi Perjanjian Linggarjati

Meski telah disepakati bersama oleh Indonesia dan Belanda, pelaksanaan isi perjanjian Linggarjati tidaklah berjalan mulus. Timbulnya beda penafsiran atas isi perjanjian oleh kedua negara yang berunding menjadi pemicunya.

Pihak Indonesia beranggapan bahwa Republik Indonesia adalah sebuah negara yang bebas menentukan arah masa depannya sendiri, sementara Pihak Belanda beranggapan bahwa Republik Indonesia adalah bagian dari Negeri Belanda sehingga terkait dengan urusan eksternal beberapa di antaranya harus atas persetujuan Belanda. Karena perbedaan penafsiran ini, pada akhirnya Belanda kembali melakukan aksi militer lewat Agresi Militer Belanda Pertama pada tanggal 21 Juli 1947. Agresi ini juga sekaligus menjadi pencabutan kesepakatan Belanda terhadap perjanjian dan pembatal isi perjanjian Linggarjati.

Nah, demikianlah latar belakang dan isi perjanjian linggarjati yang menjadi peristiwa sejarah Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya dari rongrongan penjajahan Belanda. Semoga bisa dengan jelas dipahami dan dapat menjadi tambahan wawasan untuk kita semua. Salam.
Advertisement

0 Response to "Isi Perjanjian Linggarjati, Latar Belakang, dan Sejarah Lengkapnya"