IPS Mudah

5 Faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan Petanya

Advertisement
Advertisement
Kerajaan Sriwijaya adalah sebuah kerajaan Budha terbesar yang pernah berdiri di Nusantara. Dari beberapa catatan dan sumber sejarah, diketahui bahwa kerajaan maritim yang mulai berdiri pada abad ke 6 Masehi ini, menguasai wilayah yang cukup luas, mulai dari pesisir timur Sumatera, hingga daerah-daerah di Semenanjung Asia Tenggara. Kendatipun begitu, layaknya segala sesuatu yang tidak pernah abadi, Kerajaan Sriwijaya pada akhirnya juga mengalami kemunduran dan keruntuhan di sekitar abad ke 10 Masehi karena adanya beberapa faktor penyebab. Lantas faktor apakah yang menjadi penyebab runtuhnya kerajaan Sriwijaya tersebut?

Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya

Oleh para ahli sejarah diperkirakan bahwa runtuhnya kerajaan Sriwijaya pada sekitar abad ke 12 Masehi disebabkan karena adanya 5 faktor utama. Kelima faktor tersebut di antaranya yaitu tidak adanya raja yang mampu memerintah dengan cakap, adanya serangan dari kerajaan lain, letak pusat kerajaan yang semakin jauh dari laut, berkurangnya kapal dagang yang singgah, serta banyaknya wilayah kekuasaan yang melepaskan diri.

Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya

1. Tidak adanya raja yang mampu memerintah dengan cakap

Maju dan mundurnya sebuah kerajaan sangat dipengaruhi oleh kecakapan dari pemimpinnya. Bila pemimpinnya cakap, maka sebuah kerajaan pasti akan mengalami kejayaan. Dan sebaliknya, bila pemimpinnya kurang cakap, maka suatu kerajaan pasti akan mencapai kemunduran dan keruntuhan.

Hal ini juga berlaku dan terjadi dalam sejarah kerajaan Sriwijaya di masa silam. Setelah wafatnya raja Balaputradewa pada tahun 835 M, tidak ada lagi sosok raja yang mampu memimpin Sriwijaya dengan cakap dan bijaksana. Hal ini secara berangsur-angsur menyebabkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan raja-raja yang berkuasa semakin lemah dan membuat efek domino lain seperti usaha pemberontakan yang terjadi, serangan dari kerajaan lain,dan lain sebagainya.

2. Letak Kota Palembang semakin jauh dari laut

Selain karena pengaruh pemimpin yang kurang cakap, runtuhnya kerajaan Sriwijaya juga dipengaruhi oleh faktor letak kota Palembang sebagai pusat perdagangan yang semakin menjauh dari laut.

Pengendapan lumpur yang terjadi di muara Sungai Musi menyebabkan pendangkalan dasar sungai semakin cepat. Sungai yang dangkal menyebabkan kapal-kapal dagang tak bisa lagi singgah untuk melakukan kegiatan perdagangan di pusat kota. Secara tidak langsung hal ini membuat pendapatan kerajaan dari pajak jadi menurun. Padahal, pajak dari para pedagang itulah yang menjadi salah satu sumber pendapatan bagi kerajaan untuk menjalankan roda pemerintahan.

3. Banyak wilayah kekuasaan yang melepaskan diri

Peta Kerajaan Sriwijaya
Faktor lemahnya perekonomian karena menipisnya pendapatan pajak serta faktor pemimpin kerajaan yang tidak cakap membuat wilayah-wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya berusaha melepaskan diri. Kontrol dan kekuatan militer yang lemah menjadikan wilayah-wilayah taklukan mendirikan kerajaannya sendiri.

Lepasnya wilayah kekuasaan seperti wilayah Pahang, Jambi, Kelantan, Sunda, Dan Ligor. membuat keadaan ekonomi kerajaan semakin parah. Pasalnya. setoran pajak yang biasanya diberikan wilayah-wilayah tersebut tidak lagi ada.

4. Terjadinya serangan dari kerajaan lain

Selain karena faktor internal, runtuhnya kerajaan Sriwijaya juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yang berupa serangan-serangan dari kerajaan lain di sekitarnya. Berikut ini adalah beberapa serangan yang dialami kerajaan Sriwijaya tersebut:

  1. Serangan pada tahun 992 dari Kerajaan Medang yang dilakukan Raja Teguh Darmawangsa atas wilayah Sriwijaya selatan.
  2. Serangan pada tahun 1017 dari Kerajaan Colamandala dari India Selatan atas Semenanjung Malaka.
  3. Ekspedisi Pamalayu pada tahun 1270 yang dilakukan oleh Raja Kertanegara dari Singosari atas wiayah Melayu.
  4. Pendudukan yang dilakukan Kerajaan Majapahit pada tahun 1377 atas seluruh wilayah Sriwijaya. Pendudukan yang dipimpin Adityawarman tersebut dilakukan atas perintah Gadjah Mada dalam upaya mewujudkan kesatuan Nusantara.


5. Berkembangnya pengaruh Islam

Di pertengahan abad 12 Masehi, pengaruh Islam semakin berkembang di Nusantara. Beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Malaka, Samudera Pasai, dan Kerajaan Aceh mulai menguasai sebagian wilayah Sriwijaya. Pada akhirnya hal ini semakin membuat kerajaan Sriwijaya tak berdaya terhadap perkembangan zaman.

Nah, demikianlah 5 faktor penyebab runtuhnya kerajaan Sriwijaya yang diperkirakan oleh para ahli sejarah. Masing-masing faktor tersebut saling berpengaruh dan semakin mempercepat terjadinya keruntuhan kerajaan Sriwijaya. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "5 Faktor Penyebab Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan Petanya"