IPS Mudah

8 Pengaruh Letak Astronomis Indonesia, Ilustrasi, dan Dampaknya

Advertisement
Advertisement
Pengaruh Letak Astronomis Indonesia - Secara astronomis, wilayah Indonesia terletak pada 6 LU – 11 LS dan 95 BT – 141 BT. Dari letak astronomis tersebut, sekilas dapat diketahui bahwa wilayah Indonesia membujur cukup panjang pada sekitar garis katulistiwa. Selain itu, secara tidak langsung letak astronomis tersebut juga telah membawa banyak pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan di wilayah Indonesia, baik yang bersifat fisik, maupun yang bersifat sosial. Lantas apa saja pengaruh letak astronomis Indonesia tersebut? Bagaimana pengaruh garis lintang dan garis bujur dari letak astronomis Indonesia bagi keadaan alam dan kehidupan masyarakatnya? Untuk mengetahui jawabannya, silakan simak pembahasan berikut ini!

Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

Secara umum, pengaruh letak astronomis suatu wilayah dapat digolongkan menjadi 2 bagian besar, yaitu pengaruh garis lintang dan garis bujur. Garis lintang adalah garis imajiner yang melingkari bumi secara horizontal, sementara garis bujur adalah garis imajiner yang melingkari bumi secara vertikal. Selengkapnya tentang gambaran garis lintang dan garis bujur, perhatikan gambar ilustrasi berikut ini!

Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

1. Pengaruh Garis Lintang terhadap Iklim Indonesia

Berdasarkan garis lintangnya, Indonesia terletak pada wilayah antara 6 LU – 11 LS. Letak ini mengindikasikan bahwa wilayah Indonesia dilalui oleh garis katulistiwa (equator) dan menjadikan iklim di Indonesia termasuk jenis iklim tropis.

Pengaruh letak astronomis Indonesia ini kemudian menjadikan negara kita sebagai salah satu negara beriklim tropis. Sama seperti negara dengan iklim tropis lainnya, Indonesia juga memiliki berbagai ciri khas daerah iklim tropis yang di antaranya:
  1. Indonesia hanya memiliki 2 musim saja, yakni musim hujan dan musim kemarau. Hal ini berbeda dengan negara-negara subtropis yang mengalami 4 musim setiap tahun, yakni musim gugur, musim panas, musim semi, dan musim dingin.
  2. Suhu udara rata-rata di wilayah Indonesia menjadi cukup tinggi dan tidak fluktuatif, yakni sekitar 26 sd 30 derajat Celcius, karena penyinaran matahari dapat merata setiap tahun.
  3. Matahari bersinar selama 12 jam setiap hari sepanjang tahun. Ini sangat berbeda dengan negara-negara sub tropis atau yang dekat dengan daerah kutub yang lama harinya tidak menentu (berubah-ubah).
  4. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Hutan hujan tropis merupakan tempat bagi berbagai flora dan fauna hidup dan berkembang biak.
  5. Tanah di Indonesia memiliki lapisan yang dalam karena laju pelapukan batuan sangat tinggi akibat pengaruh kondisi iklim yang tropis.
  6. Baik kondisi iklim maupun kondisi tanah, semuanya mendukung Indonesia menjadi negara agraris yang mengandalkan sektor pertanian sebagai sektor utama dalam kegiatan ekonomi negara.
  7. Munculnya gejala sosial masyarakat yang sangat khas akibat pengaruh adaptasi penduduk terhadap iklim yang tropis.


2. Pengaruh Garis Bujur terhadap Zona Waktu Indonesia

Selain dapat dilihat dari faktor garis lintang, pengaruh letak astronomi Indonesia juga dapat ditinjau dari faktor garis bujur. Seperti kita ketahui, wilayah Indonesia membujur cukup panjang dari Aceh sampai Papua (95 BT – 141 BT). Hal ini menyebabkan Indonesia mengalami pembagian 3 zona waktu yang meliputi Zona Waktu Indonesia Barat (WIB), Zona Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Zona Waktu Indonesia Timur (WIT).

Pengaruh Letak Astronomis Indonesia

  1. Zona Waktu Indonesia Barat ( WIB), meliputi seluruh Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Dan Pulau-Pulau Kecil Disekitarnya. Waktu Indonesia Barat memiliki selisih 7 jam lebih awal dari GMT (Greenwich Mean Time) di London. Jadi, bila di London saat ini pukul 12.00 siang, maka di daerah zona Waktu Indonesia Barat (misalnya Jakarta), maka waktu telah menunjukan pukul 19.00 petang hari.
  2. Zona Waktu Indonesia Tengah (WITA), meliputi Bali, NTT, NTB, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Pulau Sulawesi, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu Indonesia Tengah memiliki selisih 8 jam lebih awal dari GMT (Greenwich Mean Time) di London. Jadi, bila di Jakarta saat ini pukul 19.00 WIB, maka di daerah zona Waktu Indonesia Tengah (misalnya Makassar) waktu sudah menunjukan pukul 20.00 WIB.
  3. Zona Waktu Indonesia Timur (WIT), meliputi Kepulauan Maluku, Papua, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu Indonesia Timur memiliki selisih 9 jam lebih awal dari GMT (Greenwich Mean Time) di London. Jadi, bila di Jakarta saat ini pukul 19.00 WIB, maka di daerah zona Waktu Indonesia Timur (misalnya Jayapura) waktu sudah menunjukan pukul 21.00 WIB.


Nah, demikianlah beberapa pengaruh letak astronomis Indonesia dan dampaknya yang kita rasakan pada berbagai aspek kehidupan. Pentingnya mengenal pengaruh letak astronomis suatu wilayah dapat membawa kita pada pemahaman yang lebih baik untuk mengenal kondisi iklim dan pembagian waktu di negara-negara lain saat kita berkunjung ke luar negeri. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "8 Pengaruh Letak Astronomis Indonesia, Ilustrasi, dan Dampaknya"