IPS Mudah

5 Peninggalan Kerajaan Pajang, Penjelasan Sejarah, dan Gambarnya

Advertisement
Advertisement
Kerajaan Pajang adalah sebuah kerajaan Islam yang berpusat di Jawa Tengah dan merupakan kelanjutan dari runtuhnya Kerajaan Demak. Kerajaan ini didirikan oleh Jaka Tingkir pada tahun 1568 dan mengalami pergantian kepemimpinan sebanyak 3 kali sebelum akhirnya bermetamorfosis menjadi Kerajaan Mataram Islam di tahun 1587. Meski usianya terbilang pendek, ternyata kita juga dapat menemukan beberapa peninggalan bersejarah yang menjadi bukti eksistensi Kerajaan Pajang di masa silam. Lantas, apa sajakah peninggalan Kerajaan Pajang tersebut? Simak uraian penjelasan dan gambarnya berikut ini.

Peninggalan Kerajaan Pajang

Tidak seperti kerajaan-kerajaan lainnya yang pernah berdiri di nusantara, Kerajaan Pajang hanya meninggalkan sedikit jejak peradabannya. Hal ini didasari karena umur kerajaan ini yang relatif singkat. Adapun beberapa peninggalan Kerajaan Pajang tersebut di antaranya Masjid Laweyan, makam para bangsawan yang terdapat di kompleks masjid, Bandar Kabanaran, Pasar Laweyan, dan kesenian membatik.

Peninggalan Kerajaan Pajang

1. Masjid Laweyan

Masjid Laweyan adalah masjid peninggalan kerajaan Pajang yang hingga kini bangunan fisiknya masih dapat kita temukan Kampung Batik, Laweyan, Solo. Masjid ini didirikan oleh raja pertama Kerajaan Pajang pada tahun 1546.

Menurut beberapa sumber, masjid ini awalnya ternyata adalah sebuah bangunan pura tempat ibadah masyarakat Hindu di Pajang. Karena kedekatan Ki Ageng Henis dengan pimpinan Hindu setempat, pura Laweyan tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi masjid untuk melayani peribadatan masyarakat Islam Laweyan. Oleh karena itu, hingga masjid Laweyan juga kerap disebut masjid Ki Ageng Henis.

2. Makam para bangsawan

Di sekitaran halaman Masjid Lawean terdapat kompleks pemakaman bangsawan Kerajaan Pajang. Kompleks pemakaman ini berisi sekitar 20 makam yang salah satunya adalah makam dari Ki Ageng Henis, salah satu pendiri Kerajaan Pajang. Makam-makam tersebut kerap dikunjungi para wisatawan atau orang yang berkunjung ke masjid Laweyan setelah menunaikan sholat.

3. Bandar Kabanaran

Bandar Kabanaran adalah sebuah bandar atau tempat perdagangan yang terletak di tepi anak sungai Begawan Solo. Pada masa kekuasaan Kerajaan Pajang, bandar ini digunakan sebagai penghubung lalu lintas perdagangan dari pedalaman Jawa ke bandar besar Nusupan yang ada di bagian hilir.

Beberapa peneliti meyakini bahwa selain sebagai tempat perdagangan, bandar peninggalan Kerajaan Pajang ini juga berfungsi sebagai tempat dakwah dan penyebaran syiar Islam di sekitaran Pajang pada masa silam. Kendati demikian, bandar ini sekarang tidak begitu mendapat perhatian karena minimnya hal unik yang bisa ditonjolkan untuk menarik minat wisatawan.

Peninggalan Kerajaan Pajang

4. Pasar Laweyan

Tak jauh dari Bandar Kabanaran terdapat sebuah pasar yang bernama Pasar Laweyan. Pasar peninggalan Kerajaan Pajang ini dulunya adalah penyokong utama kegiatan perdagangan yang terjadi di Bandar Kabanaran. Hingga kini, pasar Laweyan masih digunakan masyarakat sekitar untuk melakukan transaksi jual beli. Kendati demikian, tidak ada sisa benda yang mencirikan bagaimana sejarah peradaban Kerajaan Pajang dari bangunan pasar yang ada saat ini.

5. Kesenian Batik

Selain meninggalkan beberapa benda dan situs bersejarah, peradaban masyarakat Kerajaan Pajang pada masa silam juga mewariskan kesenian batik tulis. Batik yang selama ini kita kenal ternyata awalnya merupakan buah karya masyarakat Laweyan di masa silam. Meskipun kesenian batik tulis Laweyan pernah meredup pada sekitar tahun 1980 karena perkembangan batik Printing, namun kini geliat kesenian tulis kain ini kembali hidup berkat minat masyarakat terhadap batik tradisional yang semakin besar.
Nah, itulah beberapa peninggalan Kerajaan Pajang beserta gambar dan penjelasannya yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini. Peninggalan-peninggalan tersebut telah menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat Kerajaan Pajang di masa silam. Meskipun akhirnya, kerajaan ini runtuh dan berganti nama menjadi Kerajaan Mataram Islam, namun keberadaannya tentu tidak boleh diacuhkan dan dilupakan dari perjalanan sejarah Islam di Nusantara.
Advertisement

0 Response to "5 Peninggalan Kerajaan Pajang, Penjelasan Sejarah, dan Gambarnya"