IPS Mudah

7 Peninggalan Kerajaan Mataram Islam, Penjelasan, dan Gambarnya

Advertisement
Advertisement
Kerajaan Mataram Islam adalah sebuah kerajaan Islam yang didirikan oleh Panembahan Senapati Sutawijaya pada tahun 1586 Masehi. Kerajaan ini berpusat di kota Gede, Yogyakarta, dimana saat masa kejayaannya –yakni pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1646), daerah kekuasaan kerajaan ini mencakup seluruh wilayah Pulau Jawa (kecuali Batavia dan Banten), Madura, dan Sukadana Kalimantan Barat. Daerah kekuasaan tersebut lambat laun menyusut karena berbagai faktor hingga akhirnya Mataram Islam runtuh di tahun 1755 Masehi. Selama hampir 2 abad berdirinya, Kerajaan Mataram Islam telah meninggalkan beberapa jejak peninggalan sejarah. Lantas, apa saja peninggalan kerajaan Mataram Islam tersebut? Berikut ini penjelasan dan gambarnya lengkap.

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam

Sedikitnya kami telah merangkum adanya 7 benda peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang hingga kini masih dapat ditemukan. Ketujuh benda atau bangunan tersebut di antaranya Masjid Kotagede, Meriam Segara Wana dan Syuh Brata, situs pertapaan Kembang Lampir, Kitab Sastra Gending, Pasar Legi, dan kompleks hunian kuno.

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam

1. Masjid Kotagede

Sebagai kerajaan bercorak Islam, Mataram Islam tentu memiliki sebuah masjid utama sebagai pusat penyebaran Islam dan sarana ibadah masyarakatnya. Masjid tersebut hingga kini masih dapat ditemukan di Kotagede.

Masjid Kotagede adalah masjid peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang didirikan pada tahun 1640. Karena akulturasi budaya, corak Hindu Budha masih terdapat pada desain arsitektur bangunannya. Hingga kini masjid ini masih sering digunakan untuk kegiatan dakwah masyarakat sekitarnya.

2. Meriam Segara Wana dan Syuh Brata

Segara Wana dan Syuh Brata adalah nama dari 2 buah meriam berukuran besar pemberian JP Coen, pimpinan militer Belanda kepada Sultan Agung. Meriam ini diberikan sebagai hadiah kepada Kerajaan Mataram Islam karena Sultan Agung telah berjanji untuk tidak menyerang Batavia lagi. Kedua meriam peninggalan Kerajaan Mataram Islam tersebut kini diletakan di depan Keraton Surakarta sebagai hiasan bersejarah.

3. Pertapaan Kembang Lampir

Kembang Lampir adalah sebuah tempat yang biasa digunakan Ki Ageng Pemanahan untuk bertapa dan mencari wahyu bagi kemajuan Keraton Mataram. Petilasan ini terletak Desa Giri Sekar, Kec. Panggang, Gunung Kidul. Letaknya tidak jauh dari Jalan Raya Panggang-Baron. Di sana, Anda dapat menemukan patung para pendiri Dinasti Mataram Islam, yaitu Panembahan Senapati, Ki Ageng Pemanahan, dan Ki Juru Mertani.

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam

4. Kitab Sastra Gending

Selain meninggalkan beberapa benda bersejarah, Kerajaan Mataram Islam juga meninggalkan sebuah karya sastra bernama Kitab Sastra Gending. Kitab yang ditulis Sultan Agung ini berisi tentang ajaran filsafat tentang bagaimana cara menjadi manusia berakhlak. Konon, kitab Sastra Gending ditulis ketika Sultan Agung selesai melakukan penyerangan ke Batavia.

5. Pasar Legi Kotagede

Pasar Legi Kotagede adalah sebuah pasar yang telah ada sejak awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam. Pasar peninggalan Kerajaan Mataram Islam ini sebetulnya telah mengalami beberapa kali renovasi, hanya saja terdapat bagian bangunan yang hingga kini masih dipertahankan keasliannya.

Bila ditinjau dari tata wilayah, Pasar Legi adalah bagian dari konsep Catur Gatra Tunggal. Konsep ini berarti adanya 4 wahana berbeda yang saling berkaitan satu sama lain dalam mendorong kehidupan sosial masyarakat Jawa. Keempat wahana tersebut yaitu Keraton sebagai pusat pemerintahan, masjid sebagai pusat peribadatan, alun-alun sebagai pusat budaya, dan pasar sebagai pusat ekonomi.

Peninggalan Kerajaan Mataram Islam

6. Rumah Tradisional

Kebudayaan masyarakat Mataram Islam juga meninggalkan sebuah kompleks pemukiman kuno yang digunakan sebagai hunian di masa silam. Kompleks hunian ini terkesan sangat etnik dan kini telah menjadi cagar budaya di bawah pengawasan pemerintah Provinsi DI Jogjakarta.

7. Peninggalan lainnya

Selain meninggalkan berbagai benda bersejarah, kebudayaan masyarakat Kerajaan Mataram Islam juga meninggalkan banyak peninggalan budaya non benda di antaranya yaitu tradisi membakar peninggalan orang yang meninggal (tradisi Kalang Obong), makanan khas Kota Gede bernama Kue Kipo, teknik kerajinan perak, dan masih banyak lagi.
Nah, itulah beberapa peninggalan Kerajaan Mataram Islam beserta gambar dan penjelasannya. Marilah kita jaga kelestarian dari jejak peradaban nenek moyang kita agar tidak punah ditelan zaman. Dengan begitu, anak cucu kita kelak akan kembali mengenal sejarah asal usul keberadaan mereka. Semoga bermanfaat!
Advertisement

1 Response to "7 Peninggalan Kerajaan Mataram Islam, Penjelasan, dan Gambarnya"