IPS Mudah

4 Alasan Mengapa Rakyat Indonesia Mudah Menerima Ajaran Hindu Budha

Advertisement
Advertisement
Ada banyak teori yang berusaha menjelaskan bagaimana proses masuknya ajaran agama Hindu dan Budha ke Indonesia. Namun, terlepas dari semua teori tersebut, nyatanya kedua agama ini telah menjadi agama populer yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia kala itu. Keberterimaan masyarakat dan rakyat Indonesia kala itu tidak bisa dilepaskan dari adanya beberapa alasan yang melatarbelakanginya. Berikut ini kami akan menjelaskan alasan mengapa rakyat Indonesia mudah menerima ajaran Hindu Budha lengkap dengan bukti-buktinya.

Mengapa Rakyat Indonesia Mudah Menerima Ajaran Hindu Budha

Sedikitnya ada 4 alasan yang melatarbelakangi mengapa rakyat Indonesia mudah menerima ajaran Hindu Budha di masa silam. Keempat alasan tersebut yaitu rakyat Indonesia yang masih belum mengenal agama, sifat dasar rakyat yang terbuka, kemiripan kultur budaya antara agama Hindu Budha dengan kepercayaan masyarakat lokal, serta karena pengaruh penguasa nusantara pada masa itu.

Mengapa Rakyat Indonesia Mudah Menerima Ajaran Hindu Budha

1. Rakyat Indonesia belum mengenal agama

Alasan pertama yang melatarbelakangi mengapa rakyat Indonesia mudah menerima ajaran Hindu Budha adalah kenyataan bahwa masyarakat nusantara pada masa itu masih belum mengenal agama. Mereka hanya mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme dengan keterbatasan pengetahuan. Datangnya orang India yang kemudian menyebarkan ajaran-ajaran baru yang lebih sempurna membuat mereka tertarik untuk mempelajarinya.

Dari bukti-bukti sejarah yang ada, ketertarikan rakyat Indonesia terhadap ajaran agama Hindu Budha ditunjukan sikap mereka yang aktif untuk mempelajari ajaran kedua agama tersebut dengan secara langsung datang ke India.

Prasasti Nalanda yang ditemukan di India Selatan misalnya, menunjukan adanya permintaan raja Sriwijaya kepada raja Nalanda untuk dibuatkan sebuah Wihara sebagai tempat khusus masyarakat Sriwijaya yang ingin belajar agama Budha langsung di India. [Baca Juga : Kerajaan Bercorak Hindu di Indonesia]

2. Sifat dasar rakyat Indonesia yang terbuka

Selain karena latar belakang masyarakat nusantara yang kala itu masih belum mengenal agama, keberterimaan ajaran Hindu dan Budha juga disebabkan adanya sifat dasar rakyat Indonesia yang selalu terbuka terhadap perbedaan. Keterbukaan tersebut mendorong terjadinya interaksi sosial dan menjadikan penyebaran Hindu Budha berjalan lebih mudah.

3. Agama Hindu Budha memiliki kultur yang hampir mirip dengan kepercayaan awal masyarakat

Kultur budaya agama Hindu dan Budha nyatanya memiliki banyak kemiripan dengan kultur kepercayaan animisme dan dinamisme yang kala itu tengah berkembang di masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan kemiripan punden berundak-undak dengan bentuk bangunan suci agama budha yang digunakan untuk beribadah, kemiripan upacara keagamaan, serta kepercayaan yang sama terhadap kehidupan setelah mati.

Kesamaan kultur budaya antara ajaran Hindu Budha dengan kepercayaan masyarakat lokal yang ada, membuat penyebaran dan keberterimaan masyarakat terhadap ajaran Hindu Budha menjadi semakin mudah.

4. Pengaruh penguasa nusantara

Pengaruh penguasa nusantara yang mendukung penyebaran agama Hindu Budha juga menjadi alasan mengapa rakyat Indonesia mudah menerima ajaran Hindu Budha di masa silam.

Sudut pandang rakyat Indonesia kala itu yang menganggap raja mereka sebagai utusan Tuhan mendorong mereka untuk mengikuti apa yang menjadi perintah dan tindakan rajanya. Ketika rajanya memeluk agama Hindu atau Budha, maka seluruh rakyatnya juga akan melakukan hal yang sama.

Nah, demikianlah 3 alasan yang melatarbelakangi mengapa rakyat Indonesia mudah menerima ajaran Hindu Budha. Dengan ketiga alasan tersebut, agama Hindu dan Budha terdorong untuk menjadi dua agama mayoritas masyarakat di nusantara sehingga melahirkan beberapa kerajaan dengan corak agama tersebut di masa silam.
Advertisement

0 Response to "4 Alasan Mengapa Rakyat Indonesia Mudah Menerima Ajaran Hindu Budha"