IPS Mudah

4 Langkah Langkah Penelitian Sejarah, Contoh, dan Penjelasannya

Advertisement
Advertisement
Sebagai ilmu pengetahuan, sejarah harus diungkap melalui serangkaian metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Pengungkapan sejarah sendiri dilakukan melalui penelitian terhadap sumber-sumber sejarah hingga menghasilkan suatu kesimpulan dari peristiwa yang terjadi di masa lampau. Adapun pada prakteknya, penelitian sejarah dilakukan melalui langkah-langkah atau tahapan yang saling berkesinambungan. Apa saja langkah langkah penelitian sejarah tersebut? Berikut uraiannya untuk dapat Anda pahami!

Langkah Langkah Penelitian Sejarah

Penelitian sejarah tidak dapat dilakukan tanpa bantuan beberapa disiplin ilmu yang saling berkaitan. Ilmu bantu sejarah atau ilmu yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mengungkap data-data sumber sejarah dan mendapatkan gambaran konkrit dari fakta yang terjadi di masa lampau, sangat membantu setiap langkah dalam penelitian sejarah. Adapun dalam prosesnya, langkah langkah penelitian sejarah sendiri ada 4, yaitu heuristik, verivikasi, interpretasi, dan historiografi.

Langkah Langkah Penelitian Sejarah

1. Langkah Heuristik

Kata heuristik berasal dari bahasa Yunani, yang artinya menemukan. Heuristik dalam langkah penelitian sejarah berarti suatu tahapan untuk mencari, menemukan, mengumpulkan, dan mendapatkan berbagai keterangan, data, dan sumber-sumber sejarah yang masih berkaitan dengan objek sejarah yang tengah diteliti. Heuristik dilakukan dengan banyak cara, mulai dari studi pustaka dengan mengecek dokumen sejarah, mengunjungi situs sejarah, atau melakukan wawancara terhadap orang yang berkaitan langsung dengan objek sejarah yang diteliti.

Semakin banyak data atau sumber sejarah yang ditemukan melalui tahap heuristik, maka semakin mudah pekerjaan penelitian dan semakin akurat pula hasil penelitian sejarah yang nantinya disimpulkan.

Data atau sumber sejarah sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis berdasarkan sifatnya, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber sejarah yang dibuat langsung pada saat peristiwa sejarah, contohnya prasasti, candi, catatan kolonial, arsip pelaku sejarah, babad, dan lain sebagainya. Sementara sumber sekunder adalah sumber sejarah yang dibuat berdasarkan data sumber primer oleh pihak kedua yang tidak mengalami peristiwa sejarah. Contohnya hasil penelitian sejenis.

2. Langkah Verifikasi

Setelah berbagai sumber sejarah telah ditemukan lengkap melalui tahap heuristik. Penelitian sejarah dilanjutkan dengan tahapan verivikasi. Verivikasi adalah pemeriksaan atau penilaian terhadap kebenaran sumber-sumber sejarah yang ditemukan. Mengapa diperlukan verifikasi terhadap sumber sumber sejarah? Alasannya adalah karena verivikasi merupakan tahapan penting dalam langkah langkah penelitian sejarah yang diperlukan untuk menghasilkan kesimpulan penelitian yang akurat.

Verivikasi meliputi 2 aspek, yaitu aspek ekstern dan aspek intern. Aspek ekstern menyoroti keaslian sumber sejarah, seperti waktu, bahan, pembuatan, dan materi sumber sejarah. Sementara aspek intern menyoroti isi dan informasi sumber sejarah melalui proses analisa.

Sumber-sumber yang telah terverivikasi kebenarannya melalui kedua aspek ini selanjutnya berubah menjadi fakta sejarah. Fakta sejarah adalah data dari sumber sejarah yang dianggap benar oleh peneliti sejarah.

3. Langkah Interpretasi

Fakta-fakta valid yang ditemukan pada sumber sejarah selanjutnya diinterpretasikan oleh peneliti melalui tahapan interpretasi. Interpretasi adalah tahapan untuk menafsirkan fakta dan merangkainya menjadi satu kesatuan yang masuk akal dan berkesinambungan untuk menghasilkan pandangan teoritis dari suatu peristiwa sejarah.

Interpretasi adalah tahapan penting dalam langkah langkah penelitian sejarah yang sangat menunjang kebenaran dari kesimpulan cerita sejarah yang nantinya dihasilkan. Untuk itu, dalam tahapan ini, diperlukan bantuan dari disiplin ilmu lain seperti arkeologi, paleontografi, numismatik, dan ilmu bantu sejarah lainnya. Selain itu, para peneliti juga harus melakukan interpretasi secara objektif dengan mengedepankan landasan teori dan bukti dari interpretasi yang diberikan.

4. Langkah Historiografi

Historiografi adalah tahapan terakhir dalam langkah langkah penelitian sejarah. Histografi adalah tahapan untuk menuliskan cerita sejarah dari rangkaian fakta hasil penelitian dan interpretasi sejarah yang telah dilakukan.

Nah, demikianlah 4 tahapan dalam langkah langkah penelitian sejarah yang harus dilakukan sejarahwan atau peneliti sejarah saat hendak mengungkap sebuah peristiwa sejarah. Bila salah satu langkah dari keempat tahapan tersebut dilakukan dengan salah, maka catatan peristiwa sejarah yang dibuat nantinya juga akan salah. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "4 Langkah Langkah Penelitian Sejarah, Contoh, dan Penjelasannya"