IPS Mudah

3 Kerajaan Bercorak Budha di Indonesia, Letak, dan Peninggalannya

Advertisement
Advertisement
Masuk dan berkembangnya agama Budha ke Nusantara pada abad ke 1 Masehi mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Meski tidak lebih populer dibandingkan agama Hindu yang masuk pada waktu bersamaan, pengaruh agama Budha dalam kebudayaan masyarakat Nusantara juga terbilang cukup besar. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa kerajaan bercorak Budha yang pernah berkuasa di Indonesia pada masa itu. Nah, berikut ini kami akan membahas kerajaan-kerajaan yang bercorak Budha tersebut lengkap dengan sejarah dan bukti peninggalannya.

Kerajaan Bercorak Budha

Dari penelitian yang selama ini dilakukan para sejarahwan dan arkelog, diketahui bahwa di kepulauan-kepulauan Nusantara pada masa silam pernah berdiri beberapa kerajaan bercorak Budha. Sedikitnya, ada 3 kerajaan yang memiliki corak khas Budha tersebut, yaitu kerajaan Sriwijaya, kerajaan Kalingga, serta kerajaan Mataram Lama pada masa kekuasaan dinasti Saylendra.



1. Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan bercorak Budha terbesar yang pernah ada di Nusantara. Kerajaan yang diperkirakan berpusat di tepian Sungai Musi, Palembang ini berdiri pada pertengahan abad ke 7 Masehi. Dari berbagai prasasti, candi, dan arca yang ditemukan serta sumber-sumber sejarah lainnya diketahui bahwa kerajaan ini merupakan pusat penyebaran agama Budha di sekitar Asia Tenggara pada masa itu.

Kekuasaan kerajaan Sriwijaya mencakup wilayah yang luas. Wilayah yang kini menjadi bagian negara Kamboja, Thailand, semenanjung Malaya, Pulau Bangka, dan Jawa dulunya bahkan diketahui pernah berada di bawah kekuasaan kerajaan Budha ini.

Bukti-bukti dan peninggalan sejarah yang menunjukan bahwa Sriwijaya adalah kerajaan bercorak Budha cukup banyak ditemukan. Berita dari China yang berupa catatan I Tsing pada tahun 671-685, Prasati Ligor yang ditemukan di Thailand Selatan, Prasasti Kelurak, Prasasti Palas Pasemah, serta bangunan Candi Muara Takus yang memiliki arsitektur khas Budha adalah beberapa di antaranya.

2. Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga adalah kerajaan bercorak Budha yang pernah menguasai wilayah pesisir utara Pulau Jawa pada abad ke 6 Masehi. Pusat pemerintahan kerajaan ini diperkirakan berada di daerah antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Sumber sejarah dan bukti tentang keberadaan Kerajaan Kalingga di masa silam terdapat pada beberapa peninggalan yang berupa prasasti, candi, dan berita dari China. Prasasti peninggalan kerajaan Kalingga yaitu Prasasti Tukmas yang ditemukan di lereng Barat Gunung Merapi dan Prasasti Sojometro yang ditemukan di Kecamatan Reban, Batang Jawa Tengah. Sementara peninggalan berupa candi di antaranya candi Angin dan candi Bubrah yang ditemukan di Jepara, serta situs Puncak Sanga Likur di Gunung Muria.

Baik peninggalan berupa prasasti, candi, maupun kabar berita dari penjelajah China, semuanya menunjukan bahwa kerajaan ini memang lebih bercorak Budha. Kendati begitu, keterbatasan sumber sejarah yang ditemukan membuat penelitian lebih lanjut tentang sejarah kerajaan ini jadi sulit dilakukan.

3. Kerajaan Mataram Kuno pada Dinasti Saylendra

Kerajaan Mataram Kuno awalnya merupakan kerajaan bercorak Hindu. Pada masa kepemimpinan raja Sanjaya, yakni raja pertama Mataram Kuno, kerajaan ini memang menganut aliran Hindu Siwa. Namun, setelah mengalami peralihan dan pergantian kepemimpinan, kerajaan Mataram Kuno kemudian menganut Budha Mahayana di bawah kekuasaan Dinasti Syailendra. Bukti terbesar yang menunjukan bahwa kerajaan Mataram Kuno pernah menjadi kerajaan bercorak Budha adalah adanya bangunan Candi Borobudur yang hingga kini masih terjaga kelestariannya.

Nah, demikianlah 3 kerajaan bercorak Budha yang pernah berdiri di Indonesia pada masa silam. Dari bukti peninggalan yang ada, baik berupa prasasti, candi, maupun arca, kita dapat mengetahui bahwa agama Budha memang pernah menjadi salah satu agama mayoritas bagi nenek moyang kita di masa silam.
Advertisement

0 Response to "3 Kerajaan Bercorak Budha di Indonesia, Letak, dan Peninggalannya"