IPS Mudah

4 Kasta dalam Agama Hindu dan Penerapannya di Bali dan India

Advertisement
Advertisement
Kasta adalah suatu tingkatan kelas sosial yang digunakan dalam budaya masyarakat Hindu di masa silam untuk mengelompokan masyarakat berdasarkan kelas sosialnya. Sistem kasta dalam agama Hindu dikenal dengan istilah Varna atau Warna. Sistem ini sempat populer sebagai suatu bentuk struktur masyarakat yang berlaku secara umum, meskipun seiring perkembangan zaman mulai ditinggalkan. Nah, di artikel berikut ini kita akan membahas sistem kasta dalam agama Hindu tersebut lengkap beserta nama-namanya, ciri, dan contoh aturannya.

Kasta dalam Agama Hindu di India

Sesuai dengan asal usul munculnya agama Hindu, sistem kasta memang pertama kali digunakan dalam kehidupan sosial masyarakat India. Sistem kasta berperan sebagai suatu sistem lapisan sosial yang tertutup dan kaku untuk menggolongkan masyarakat berdasarkan kelas sosial dan ekonominya.

Kasta dalam Agama Hindu

Sistem kasta mengenal adanya beberapa ciri. Ciri utamanya terletak pada keanggotaannya yang selalu diwariskan dalam ikatan pertalian darah. Seorang anak yang terlahir dari ibu dan ayah berkasta Sudra, maka akan secara otomatis juga memiliki kasta Sudra. Keanggotaan yang demikian berlaku seumur hidup, kecuali bila seseorang sengaja dikeluarkan dari kastanya karena suatu sebab.

Dengan adanya sistem kasta ini, maka aturan perkawinan yang diperbolehkan adalah aturan perkawinan endogami. Artinya, seseorang haruslah menikah dengan pasangan yang memiliki kasta sama. Seorang berkasta sudra tidak boleh menikah dengan orang dari kasta Waisya, Ksatria, apalagi Brahmana. Oleh karena itu, hubungan antara kelompok sosial dalam kasta menjadi sangat terbatas dan eksklusif.

Sistem kasta dalam agama Hindu membuat para penganut Hindu di India harus memiliki kesadaran terhadap keanggotaannya. Mereka harus menyesuaikan diri dengan norma-norma tradisional yang berlaku dalam sistem kasta yang dianutnya. Dalam interaksi sosial, orang berkasta Sudra, Waisya, dan Ksatria harus bersikap sopan terhadap orang berkasta Brahmana. [Baca Juga : Teori Masuknya Hindu Budha ke Indonesia]

Urutan Kasta Tertinggi sampai Terendah

Sistem kasta dalam agama Hindu telah digunakan masyarakat di India sejak berabad-abad yang lalu. Menurut kitab Reg-Wedha, istilah kasta dalam bahasa Sansekerta disebut ”yati”, sementara sistemnya disebut ”varna”. Sistem varna dalam masyarakat India Kuno mengenal 4 tingkat dengan urutan kasta tertinggi sampai terendah yaitu Brahmana, Kesatria, Waisya, dan Sudra.

  1. Brahmana adalah tingkat sosial bagi orang-orang yang mengabdikan dirinya dalam urusan agama, seperti sulinggih, pandita atau pendeta, dan rohaniawan. Brahmana adalah kasta lapisan tertinggi dalam sistem varna. 
  2. Ksatria adalah tingkat sosial bagi orang-orang yang berkecimpung dalam pemerintahan, termasuk di antaranya adalah para raja, bangsawan, dan tentara. 
  3. Waisya adalah tingkat sosial bagi orang-orang  yang bekerja sebagai pedagang.
  4. Sudra adalah tingkat sosial bagi orang biasa atau rakyat jelata.


Selain keempat kasta tersebut, terdapat pula sebutan untuk orang-orang yang tidak termasuk ke dalam sistem varna. Mereka adalah kaum Paria dan kaum Candala. Kaum Paria adalah untuk mereka yang bertugas sebagai pelayan Brahmana dan Ksatria, sementara kaum Candala adalah sebutan untuk orang-orang yang lahir dari perkawinan antar varna dengan orang asing.

Kasta dalam Agama Hindu di Bali

Sistem kasta berlaku dalam ajaran agama Hindu secara umum, hanya saja karena sifat sistemnya yang tertutup dan tidak sesuai dengan perkembangan zaman, sistem ini kemudian menjadi lebih longgar dan tidak terlalu mengikat. Contoh penerapan sistem kasta yang longgar misalnya dapat kita temukan dalam kehidupan sosial masyarakat penganut Hindu di Bali.

Di dalam kehidupan sosial masyarakat Hindu Bali, kita dapat menemukan adanya gelar Ida Bagus dan Ida Ayu untuk keturunan para Brahmana; gelar Anak Agung, Cokorda, dan Gusti untuk keturunan para Ksatria; dan gelar Ngakan, Sang, Kompyang, dan Si untuk keturunan para Waisya. Sementara itu, bagi keturunan Sudra tidak dikenal pemberian gelar, sehingga namanya langsung disebutkan sesuai dengan tingkatan kelahirannya dalam keluarga, seperti Wayan, Made, Putu, dan lain sebagainya.

Kendati masih mengenal tingkatan gelar tersebut, sistem kasta dalam kehidupan Masyarakat Hindu Bali sudah tidak lagi mengikat. Semua orang telah dianggap memiliki kedudukan yang sama sesuai dengan hakikat kehidupan yang sejati.

Nah, demikianlah pemaparan mengenai sistem kasta dalam agama Hindu beserta urutannya dari yang tertinggi sampai terendah lengkap dengan ciri cirinya. Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan sosial kita semua. Jika ada kesalahan mohon dikoreksi lewat kolom komentar. Terimakasih!
Advertisement

0 Response to "4 Kasta dalam Agama Hindu dan Penerapannya di Bali dan India"