IPS Mudah

7 Hambatan Perdagangan Internasional yang Berupa Kebijakan

Advertisement
Advertisement
Selain dapat memberikan banyak manfaat, perdagangan internasional juga bisa memberikan beragam dampak negatif bagi perekonomian dalam negeri. Produk impor yang memiliki harga lebih rendah dari produk dalam negeri akan menjadi kerugian bagi industri dalam negeri karena mereka kalah dalam persaingan harga. Nah, untuk menjaga kelangsungan industri dalam negeri tersebut, pemerintah suatu negara biasanya akan menerapkan berbagai kebijakan. Akan tetapi, kebijakan-kebijakan tersebut seringkali menjadi hambatan bagi perdagangan internasional. Apa saja kebijakan yang menjadi hambatan perdagangan internasional tersebut? Berikut pemaparannya untuk dapat Anda pahami.

Hambatan Perdagangan Internasional

Dari teori dan pengalaman yang ada, sedikitnya terdapat 7 kebijakan yang dapat menjadi hambatan dalam kegiatan perdagangan internasional. Ketujuh hambatan perdagangan internasional tersebut meliputi penetapan tarif atau bea masuk, pembatasan kuota impor, larangan ekspor impor, pengendalian devisa, hambatan non tarif, subsidi, serta diskriminasi harga.

Hambatan Perdagangan Internasional

1. Penerapan Tarif atau Bea Masuk

Hambatan perdagangan internasional yang pertama adalah penerapan kebijakan tarif atau bea masuk atas suatu produk impor. Bea masuk adalah pembebanan tarif atas suatu barang dan jasa yang melewati batas negara. Pembebanan tarif ini dapat mengatur harga produk impor di pasar dalam negeri agar tidak lebih murah dari produk sejenis yang dihasilkan produksi dalam negeri.

Contoh penerapan kebijakan ini terjadi saat Indonesia mengimpor beras dari Vietnam. Kala itu, harga beras dalam negeri berada dikisaran harga Rp. 4.500 / kg. Sementara harga beras Vietnam yang akan diimpor berada dikisaran Rp. 4.000 / kg. Untuk menjaga pasar beras dalam negeri dan mempertahankan kelangsungan usaha tani, Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan tarif bea masuk sebesar Rp. 500 / kg atas beras Vietnam yang masuk melewati perbatasan Indonesia.

2. Pembatasan Kuota

Pembatasan kuota impor terhadap suatu barang oleh pemerintah juga merupakan salah satu hambatan perdagangan internasional. Pembatasan kuota impor adalah kebijakan untuk membatasi jumlah barang yang diimpor dari luar negeri untuk menjaga stabilitas permintaan dan penawaran pasar. Contoh hambatan perdagangan internasional yang satu ini misalnya terjadi pada impor gula. Setiap tahun, jatah impor gula memiliki batasan untuk melindungi kelangsungan usaha para petani tebu dan industri gula dalam negeri.

3. Larangan Ekspor dan Impor

Selain melakukan pembatasan kuota impor, pemerintah juga kerap melakukan kebijakan larangan ekspor dan impor terhadap suatu komoditas tertentu. Larangan ekspor biasanya diterapkan saat produksi dalam negeri belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Sementara larangan impor dilakukan saat produksi dalam negeri sudah mencukupi kebutuhan masyarakat (swasembada). Selain itu, larangan ekspor impor juga memiliki tujuan lain yang terkait dengan kondisi ekonomi makro suatu negara.

Contoh larangan impor misalnya terjadi saat Indonesia telah mencapai swasembada beras beberapa tahun lalu. Sementara larangan ekspor terjadi pada bahan tambang dan mineral mentah yang terjadi pada industri pertambangan dalam negeri.

4. Pengendalian Devisa

Hambatan perdagangan internasional juga terjadi dengan adanya bentuk kebijakan pengendalian devisa negara. Kebijakan ini dikenakan pada setiap transaksi pembayaran impor yang harus atas seizin bank sentral. Adanya kebijakan ini tentu dapat menyulitkan eksportir dan importir dalam melakukan aktivitas perdagangannya.

5. Hambatan Nontarif

Hambatan non tarif adalah hambatan perdagangan internasional yang berupa kebijakan yang berkaitan dengan kualitas barang impor. Dalam hal ini, setiap barang yang diimpor harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku di suatu negara. Oleh karenanya, suatu barang belum dapat diimpor bila barang tersebut belum mendapatkan sertifikat uji kelayakan dari lembaga dalam negeri. Contoh hambatan non tarif misalnya terjadi pada impor daging sapi yang berasal dari Australia dan New Zeland.

6. Penerapan Subsidi

Subsidi adalah kebijakan pemberian bantuan atau stimulus dari pemerintah kepada produsen dalam negeri. Kebijakan ini diterapkan untuk melindungi produsen dalam negeri yang tengah mengembangkan usahanya. Dengan adanya subsidi bagi produsen dalam negeri, maka harga suatu produk di dalam negeri akan menjadi lebih murah dibandingkan harga produk impor. Karena hal ini, maka peluang masuknya barang impor melalui perdagangan internasional akan terhambat dan bahkan tidak mungkin terjadi. Contoh penerapan subsidi misalnya terjadi pada industri pupuk.

7. Diskriminasi Harga

Diskriminasi harga bisa diartikan sebagai kebalikan dari penerapan subsidi. Bila subsidi dilakukan untuk menjaga agar harga produk dalam negeri menjadi lebih murah, maka diskriminasi harga dilakukan untuk membuat harga produk yang diekspor ke luar negeri bisa lebih mahal dari produk dalam negeri. Contoh hambatan perdagangan internasional ini terjadi pada ekspor produk kerajinan.

Nah, demikianlah 7 hambatan perdagangan internasional yang diciptakan pemerintah lewat kebijakan-kebijakan yang ditelurkan. Kebijakan-kebijakan tersebut bukan dilakukan tanpa alasan. Hal tersebut penting diterapkan agar kondisi perekonomian dalam negeri tetap stabil. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "7 Hambatan Perdagangan Internasional yang Berupa Kebijakan"