IPS Mudah

4 Corak Kehidupan Masyarakat Praaksara dan Ciri Cirinya

Advertisement
Advertisement
Manusia purba mengalami serangkaian proses dan perjalanan untuk menemukan penemuan-penemuan baru yang menunjang terciptanya peradaban modern. Zaman dimana tulisan belum ditemukan atau zaman praaksara sendiri memiliki berbagai corak sebagai laku perjalanan kehidupan tersebut. Berikut di artikel kali ini kita akan membahas 4 corak kehidupan masyarakat praaksara beserta ciri cirinya baik dilihat dari sisi budaya, teknologi, maupun dari sisi sosial.

Corak Kehidupan Masyarakat Praaksara

Empat corak kehidupan masyarakat praaksara meliputi masa berburu dan meramu (food gathering), masa bercocok tanam (food producing), masa pertanian, dan masa perundagian. Masing-masing masa dalam corak kehidupan masyarkat praaksara tersebut memiliki beberapa ciri khasnya masing-masing.

Corak Kehidupan Masyarakat Praaksara

1. Masa Berburu dan Meramu (Food Gathering)

Corak kehidupan masyarakat praaksara diawali dengan masa berburu dan meramu (food gathering). Manusia kala itu bertahan hidup dengan mengandalkan ketersediaan makanan dari alam seutuhnya. Oleh karena itu, mereka hidup berpindah pindah (nomaden).

Pola kehidupan nomaden manusia purba dilakukan karena alasan berkurangnya binatang buruan dan umbi-umbian di daerah yang ditinggali, musim kemarau membuat binatang buruan berpindah tempat, serta karena mereka ingin menemukan daerah yang bisa mencukupi kebutuhan hidupnya kembali.

Manusia pada masa berburu dan meramu hidup mengembara dengan menjadikan goa goa sebagai hunian keluarganya. Sebagian lain ada pula yang tinggal di daerah pantai. Hal ini didasari oleh penemuan beberapa artefak seperti kapak genggam, kapak perimbas, kapak penetak, pahat genggam, alat serpih, dan alat-alat dari tulang lainnya pada daerah-daerah tersebut. Kendati demikian alat-alat tersebut terbilang masih sangat sederhana dan kasar.

2. Masa Bercocok Tanam (Food Producing)

Seiring pertumbuhan jumlah manusia dalam kelompoknya, masa berburu dan meramu kemudian mulai ditinggalkan karena dirasa kurang efekif. Mereka mulai hidup menetap dan menanam tanaman untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri. Bila tanah yang ditanami sudah tidak subur lagi, barulah mereka berpindah untuk mencari lahan baru untuk ditanami.

Karena kelompok yang mulai besar dan pola kehidupan nomaden mulai ditinggalkan, maka kehidupan perkampungan mulai dikenal corak kehidupan masyarakat praaksara pada masa ini. Adanya aturan, sikap gotong royong, kebersamaan, dan pemimpin diperkirakan mulai ada dan semakin membuat kehidupan mereka lebih tertata.

Pada masa bercocok tanam, manusia purba sudah mengenal beberapa alat dengan teknologi sederhana seperti mata panah, gerabah, beliung persegi, kapak lonjong, perhiasan, serta bangunan megalitikum keagamaan seperti menhir, dolmen, punden berundak, sarkofagus, kubur batu, waruga, arca.

3. Masa Pertanian

Corak kehidupan masyarakat praaksara mulai berubah kembali setelah ditemukannya tanaman padi. Setelah penemuan tersebut, sistem pertanian semakin tertata dan berkembang. Mereka pun mulai memelihara binatang ternak untuk memenuhi kebutuhannya akan daging.

Pada masa pertanian, manusia purba mulai mengenal beragam ilmu pengetahuan. Sistem sosial kemasyarakatan juga berkembang dengan baik dengan didirikannya hunian bagi rumah mereka sendiri. Bahasa mulai dikenal dan digunakan sebagai alat komunikasi. Selain itu, mereka juga mengenal adanya kepercayaan dan ilmu perbintangan.

Hasil budaya masyarakat praaksara pada masa pertanian sudah cukup halus dan modern dengan ditemukannya berbagai perkakas seperti kapak persegi, kapak lonjong, nekara, gerabah, kapak perunggu, serta benda-benda megalitik lainnya.

4. Masa Perundagian

Masa perundagian atau masa pertukangan adalah masa dimana corak kehidupan masyarakat praaksara ditandai dengan adanya teknologi pembuatan berbagai perkakas untuk menunjang kehidupan. Masa perundagian dilatarbelakangi oleh jumlah penduduk yang semakin bertambah, pengalaman dari kegiatan pertanian, serta perkembangan kemampuan akal.

Pada masa ini, manusia purba mulai mengenal dan dapat memperkirakan gejala alam, sistem sosial yang tertata, cara melebur bijih logam. Oleh karena itu, pada masa ini kita dapat menemukan berbagai peninggalan perkakas yang terbuat dari besi, perunggu, dan logam jenis lainnya.

Nah, demikianlah 4 corak kehidupan masyarakat praaksara yang diperkirakan para ahli telah terjadi sebagai tahap-tahap perkembangan kebudayaan nenek moyang manusia saat ini. perkiraan tentang tiap-tiap masa dan ciri khasnya diketahui dengan melihat berbagai peninggalan arkeologis dari benda-benda yang digunakan sesuai zamannya. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "4 Corak Kehidupan Masyarakat Praaksara dan Ciri Cirinya"