IPS Mudah

5 Contoh Konflik Antar Ras dan Etnis serta Latar Belakangnya

Advertisement
Advertisement
Pada artikel-artikel sebelumnya, kita telah membahas contoh seputar konflik yang terjadi antar suku, agama, dan golongan. Di artikel kali ini kita akan melanjutkan pembahasan tersebut dengan mengurai berbagai contoh konflik antar ras dan etnis yang pernah terjadi. Namun, terlebih dahulu mari kita pahami terlebih dahulu apakah arti ras itu, dan apa perbedaan antara ras dan etnis, supaya Anda dapat menangkap penjelasan dari contoh-contoh yang akan disampaikan.

Contoh Konflik Antar Ras

Ras adalah sekumpulan kelompok manusia yang memiliki karakteristik fisik yang sama karena berasal dari reproduksi asal usul yang sama pula. Contoh ras misalnya orang kulit putih, ras kulit hitam (negroid), ras kulit putih (kaukasia), ras kulit kuning (mongolid) dan lain sebagainya. Sementara etnis adalah sekelompok manusia yang memiliki latar belakang ras, agama, suku dan nilai budaya yang sama. Contoh etnis misalnya etnis Tionghoa, etnis Melayu, etnis Rohingya, dan lain sebagainya.

Contoh Konflik Antar Ras

Perbedaan ras dan etnis dalam kelompok masyarakat dapat menjadi pemicu timbulnya konflik sosial. Konflik semacam ini pernah terjadi di beberapa belahan dunia sebagai gejala sosial kemasyarakatan, di antaranya konflik antara orang kulit hitam dan kulit putih di Amerika, konflik rohingya di Myanmar, konflik antara etnis Tionghoa dan orang Jawa di Surakarta, konflik Israel dan Palestina, dan konflik antara etnis Melayu dan Tionghoa di Singapura.

1. Konflik kulit hitam dan kulit putih di Amerika

Contoh konflik antar ras yang pertama yaitu konflik yang terjadi antara orang-orang kulit hitam (ras negroid) dengan orang kulit putih (kaukasia) di Negeri Paman Sam, Amerika. Konflik ini muncul akibat adanya diskriminasi ras kulit putih terhadap ras kulit hitam. Diskriminasi ini terjadi akibat perjalanan sejarah panjang masuknya Bangsa Eropa ke Amerika pada pertengahan abad ke 17.

Orang kulit putih pada masa itu membawa banyak orang kulit hitam ke benua baru ini sebagai budak dan pekerja. Seiring berjalannya waktu, tradisi menjadikan orang kulit hitam sebagai budak tetap ada sekalipun zaman telah berubah. Tradisi ini membuat sikap diskriminatif selalu muncul pada orang-orang berkulit putih.

Tak terima dengan kondisi yang ada, orang kulit hitam kemudian melakukan perlawanan sehingga terciptalah konflik horizontal yang masih sering terjadi hingga saat ini. kendati demikian, terpilihnya Barrack Obama sebagai presiden Amerika pertama yang berkulit hitam menunjukan bahwa kesadaran akan kesamaan hak telah muncul dalam diri orang-orang kulit putih. [Baca Juga : Contoh Konflik antar Suku]

2. Konflik Rohingya di Myanmar

Etnis Rohingya di Myanmar hingga saat ini kerap diperlakukan secara diskriminatif oleh pemerintah Myanmar. Perbedaan asal usul etnis Rohingya yang minoritas dengan mayoritas masyarakat Myanmar membuat konflik ini sulit terselesaikan. Ditambah lagi dengan kondisi etnis Rohingya yang berlatar belakang Muslim, membuat pemerintah Myanmar semakin menganggap mereka bukanlah bagian dari warga Myanmar.

3. Konflik etnis Tionghoa dan Jawa di Surakarta

Bukan hanya di luar negeri, contoh konflik antar ras dan etnis juga pernah terjadi di Indonesia. Misalnya konflik yang terjadi antara etnis Tionghoa dengan masyarakat Pribumi Surakarta. Konflik yang terjadi pada 14 sd 15 Mei 1998 ini dilatarbelakangi oleh anggapan bahwa masyarakat etnis Tionghoa bukanlah bagian internal dari warga Indonesia. Dipicu adanya krisis moneter, kerusuhan terjadi dan menyebabkan penjarahan toko-toko dan pembakaran banyak fasilitas umum.

4. Konflik Israel dan Palestina

Konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina juga dapat disebut sebagai contoh konflik antar ras dan etnis. Selain karena perbedaan keyakinan dan perebutan wilayah, konflik antar negara ini juga disebabkan perbedaan ras. Ras Yahudi yang menjadi ras kebanyakan warga Israel menganggap dirinya superior dan berhak atas tanah Yerussalem, sementara orang-orang Muslim Palestina tak mau mengalah karena terus menerus diusik dari tanah nenek moyangnya. [Baca Juga : Contoh Konflik antar Agama]

5. Konflik Melayu dan Tionghoa di Singapura

Meski termasuk contoh negara maju, bukan berarti Negara Singapura tidak pernah didera konflik horizontal. Di masa silam, konflik antara warga ras Melayu dan etnis Tionghoa di negara ini pernah beberapa kali terjadi. Perebutan kekuasaan atas hak pemerintahan menjadi penyebab pecahnya konflik ini.

Nah, demikianlah beberapa contoh konflik antar ras dan etnis yang terjadi di Indonesia dan berbagai belahan dunia. Dari konflik konflik di atas kita seharusnya dapat belajar dan saling menyadari bahwa kerukunan antar ras dan etnis adalah hal penting yang harus tetap dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena perbedaan latar belakang bukan berarti membuat kita harus saling bermusuhan. Semoga bermanfaat!
Advertisement

0 Response to "5 Contoh Konflik Antar Ras dan Etnis serta Latar Belakangnya"